Borobudur
Tuesday, 23-10-2007 | 6:36 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan
DULU kali pertama ditemukan, dunia terguncang. Keheranan datang di benak manusia. Bagaimana proses engkau dilahirkan mengundang sejuta pertanyaan. Borobudur, namamu. Engkau memang indah dan lahir dari tangan-tangan diri yang dekat dengan Tuhan. Ilmu kecerdasan yang datang dan menghampiri manusia, melahirkan kekuatan dasyat yang tak dapat dipungkiri. Padahal, ketika itu belum ditemukan ilmu matematika atau ilmu arsitektur. Mengapa manusia tempoe doloe mampu membuatnya? Itulah tangan Tuhan. Tanpa campur tangan Sang Maha Pencipta, niscaya manusia hanya diam dan tak bisa berbuat apa-apa. Akal telah merubah segala. Akal melahirkan keindahan, ketrampilan, inovasi, ide-ide brilian dan lainnya. Kini, Borobudur, kau tak lagi terawat. Banyak kepala arca yang lehernya terpotong, mirip habis digorok tangan-tangan jahil. Engkau bukanlah brahala yang disembah manusia. Mengapa ada manusia yang tidak mau menghormati karya orang lain? Karya lahir dari Tuhan melalui akal. Pernahkah sang perusak berpikir bahwa tanpa campur tangan Tuhan, niscaya Borobudur tak akan tercipta? FOTO: ACHMAD SUBECHI














