Lapindo1

Tuesday, 23-10-2007 | 5:42 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan

wahai rel kereta apiiiiiii

ENTAH sudah berapa tahun engkau ada (rel kereta). Dulu ketika aku masih kecil (anak-anak) aku kerap memanfaatkan kamu sebagai alat atau sarana transportasi menuju kota dingin Malang. Kereta api itu melindasmu dan engkau tak pernah marah. Mungkin, sebaliknya engkau yang berasal dari alam (tambang besi) , mengucapkan rasa terima kasih kepada manusia karena engkau ternyata bermanfaat buat kebutuhan dan kepentingan manusia. Padahal dulu sebelum engkau dieksplorasi oleh manusia, habitatmu ada di perut bumi. Kini, engkau menjadi saksi marahnya sahabatmu (lumpur) terhadap manusia. sahabatmu telah menumpahkan bermiliar-miliar lumpur ke bumi Sidoarjo melalui Lapindo. Akankah engkau pernah berbisik kepada lumpur… atau paling tidak sedikit menasihati agar ia tak lagi murka? Kau tetap terdiam tak mau memberikan jawaban karena memang engkau bukan makhluk hidup, lantaran sudah dicetak menjadi balok-balok besi lalu disulap menjadi rel kereta api. Engkau hanya memberikan sinyal kepada manusia-manusia agar tidak sembrono dalam mengeksplorasi kekayaan alam. Semua itu ada batasnya…. FOTO: ACHMAD SUBECHI

Leave a Reply