Friday, 16-11-2007 | 3:18 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan



email... dari koncoku

BARU beberapa menit duduk di kursi kantor, seorang teman memberikankabar via YM: daryono_pmg: wis moco email e cak uki. Ngilingno wongbahwa dosa yang paling gede itu adalah dosa ttg perzinahan. Mangka-ne email e mau tak balas, mugo2 tulisan ini bukan hanya bermanfaatuntuk pembaca tapi juga untuk penulisnya, he he he. 

Saya lalu membuka email kiriman Cak Uki, sahabat saya yang kinimenjadi bos (Wakil Pemimpin Umum Harian Tribun Kaltim di Balikpapan,merangkap Pemred Tribun Timur). Isinya: 

Temans,Mohon maaf sebelumnya. Berikut ini saya kirimkan satu artikel tulisan saya. Artikel ini dimuat di Tribun Kaltim untuk edisi Jumat (16/11) besok atau hari ini), untuk mengisi kolom tetap saya dalam rubrik "Selamat Pagi".Saya menulis seminggu dua kali. Senin,isinya  masalah-masalah umum, dan Jumat isinya hikmah. Dimuat di front page. Punteun. Kalau tidak bermanfaat, mohon abaikan saja artikel ini. Di bawah ini, artikekl tersebut. Ok, salam.

SELAMAT PAGI

Siksa Kubur

SELAMAT hari Jumat. Semoga hari ini ibadah para pembaca sekalian makin mantap. Jangan lupa bertobat kepada Tuhan. Karena sesungguhnya manusia itu tempatnya salah dan khilaf. Kerjakanlah salat sunah taubah di hari Jumat ini sebanyak-banyaknya, atau minimal dua rakaat. Semoga Allah memberi ampunan kepada kita semua. Amien.

Pembaca Tribun yang budiman. Saya merasa bersyukur sekali kepada Allah SWT, karena mendapat hadiah-Nya, bisa kenal dekat dengan seorang kakek bernama Aki Abdullah bin Jaelani. Saya menyebut beliau dengan penggilan akrab Aki Abdullah. Beliau dikaruniai Allah umur panjang sekali, yaitu 115 tahun, ya seratus lima belas tahun.

Ketika usia remaja –tentu waktu itu masih awal tahun 1900-an, zaman penjajahan Belanda– Aki Abdullah pernah meninggal dunia. Jasadnya dimakamkan dan diantar oleh keluarga, famili dan tetangga-tetangga sekampung, ke liang lahat.

Atas kehendak Allah, enam bulan kemudian Aki Abdullah bangkit lagi dari kubur. Masih dengan kain kafan yang melilit tubuhnya, ia pulang ke rumahnya. Tentu saja, orang sekampung heboh, keluarganya pun ketakutan. Aki Abdullah hidup lagi, bangkit dari kubur.

Ketika saya berkenalan dengan beliau dalam usia 115 tahun, kondisi fisiknya sudah tidak prima, pendengarannya sangat terganggu tapi matanya masih setajam burung elang, jalannya masih gesit. Karena pendengarannya terganggu, maka komunikasi saya dengan beliau hanya bisa dilakukan lewat tulisan. Saya selalu menulis di atas kertas, Aki Abdullah membacanya,kemudian menjawab atau menjelaskan pertanyaan-pertanyaan saya.

Aki Abdullah bercerita bahwa ia hidup di dalam alam kubur selama tiga hari. Tapi, orangtuanya dan warga sekampung menyatakan, dia sudah dikubur selama enam bulan. Allahu Akbar. Itu artinya, tiga hari waktu di alam kubur sama dengan enam bulan menurut hitungan alam dunia dimana kita hidup sekarang ini.

Banyak nasihat dan cerita yang diberikan Aki Abdullah kepada saya tentang pengalamannya hidup di alam kubur. Tapi, Aki Abdullah paling sering mewanti-wanti saya: “Jangan kamu berbuat zina.” Menurut Aki, ketika beliau hidup di alam kubur, ia menyaksikan banyak sekali orang yang sedang disiksa. Dan, jumlah terbanyak dari mereka yang mengalami siksa kubur adalah golongan orang-orang yang ketika hidupnya berbuat dosa dengan melakukan perzinahan.

Aki Abdullah adalah bagian dari sedikit orang yang dilipih oleh Tuhan untuk menjadi saksi mata tentang alam kubur. Alhamdulillah beliau mau membocorkankan kepada saya sedikit rahasianya. Sementara alam kubur adalah sebuah terminal saja, sebelum kita semua nanti, bergeser ke alam barzah, kemudian dibangkitkan saat datangnya hari kiamat. Dihitung dan ditimbang amal pekerjaan kita, dosa dan pahala kita.

Dan, bagi mereka yang bergelimang dengan dosa semasa hidupnya, tentu alam kubur merupakan sebuah masa tunggu yang sungguh lama sekali dalam hidup penuh siksa. Nauzubillah min zalik. Maka, jauhilah zina. Allah berfirman dalam Al Isra’: Wa la taqrobuz zina innahu kana fahisyatan wa sa’a sabila (Jangan kamu berzina, sesungguhnya zina perbuatan keji dan suatu jalan yang jelek. QS 17:32).

Pembaca, saat ini nilai dan norma sosial kita semakin melonggar. Kondisi ini kian memberi peluang bagi banyak orang melakukan perbuatan zina. Perselingkuhan pun meraja lela, dilakukan dimana-mana dengan banyak cara. Tapi, selagi kita masih diberi kesempatan hidup, jangan putus asa. Yang terpenting adalah kehendak kita untuk menyesal kemudian bertaubat kepada Gusti Allah.

Dalam konteks perzinahan, Allah berfirman dalam An-Nur: Illal lazina tabu mim ba’di zalika wa aslahu, fa innalloha gofurur rahim (Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki dirinya (setelah berbuat zina), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS: 24:5).

Itulah wanti-wanti dari Aki Abdullah tentang perbuatan zina. Alhamdulillah saya mendapat bocoran tentang salah satu rahasia siksa kubur dari seorang saksi mata, bukan dari orang yang bercerita atas dasar; “katanya, katanya, katanya….” Tepat pukuk 12.00, Minggu tanggal 11 November 2007, atau lima hari yang lalu, saya mendapat telepon dari sahabat saya, ia menyampaikan berita duka; “Aki Abdullah bin Jaelani telah meninggal dunia meninggalkan kita. Jenazahnya dikebumikan di makam muslim di sebuah tempat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.” Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Allahumar hamhu wa afihi wa’fu anhu. Allahumma la tuharimna ajrohu wa laa taftina ba’dahu. Amien. Selamat jalan Aki…..

Pembaca, silakan menikmati sajian berita dari Tribun sambil minum kopi di teras rumah. Awas bila ada wanita seksi atau lelaki ganteng lewat, jangan tergoda. Sebaliknya, teruskan membaca sambil nyebut astaghfirullah. Siapa tahu di sana ada setan. Dan, setanlah yang selalu menggoda kita untuk berbuat dosa, untuk berzina. ering-seringlah mendirikan salat taubat. Dan, jangan berzina, please… Semoga Tuhan melindungi kita semua, dari godaan setan yang terkutuk. Amien. Salam. (uki m kurdi)

Apa yang disampaikan Cak Uki adalah benar. Manusia gampang lalai dan mudah terpeleset ke dalam lembah kenikmatan yang notabene merupakan markas besar para syetan. Di markas itupula, musuh-musuh Allah selalu menginfluens anak-anak Adam agar masuk ke dalam titik kenikmatan yang tanpa disadari bisa melumpuhkan nalarnya.

Kadang kita merasa terhenyak (tersadar), manakala kenikmatan semu produk dari buah tangan syetan itu usai tercicipi dan syetan-syetan pergi meninggalkan kita dengan penuh kegembiraan plus tepuk tangan, karena berhasil menipu bangsa manusia.

Terima kasih Cak Uki atas nasihat spiritualnya. Semoga saya, sampeyan, dan teman-teman lain mendapat proteksi dari Allah, sehingga kita selamat dan terlindungi dari siksa Allah baik di alam kubur maupun dalam perjalanan menuju alam masyar…

Saya juga turut berduka atas meninggalnya Aki Abdullah. Semoga Allah meluaskan kuburnya, menerangi kuburnya dan memberikan taman-taman surga sambil menunggu hari pembalasan tiba…. Amien.

Leave a Reply