bocah

Tuesday, 11-12-2007 | 5:40 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan

bocah itu tak pantas berdiri di sini
bocah itu tak sepatutnya menatap kami
apalagi menjual suaranya yang fals
kami tak butuh suaramu nak….
kami tak butuh renggekanmu

kami adalah manusia tak berempati
kami lalu lalang setiap hari di jalan ini
sebel… dan sebel setiap kali menatapmu nak
suaramu kalah dan kalah dengan suara bunyi-bunyian
di dalam mobilku…..

kami hidup bergelimang harta
kami suka dengan kemewahan
kami raup dunia ini dengan sesukanya
kami jadikan ia sebagai tumpuan hidup
otak kami tak pernah berhenti menaklukannya

tahukah kau nak…
kami bisa tersenyum, tertawa dan….
berbuat apa saja ketika nafsu itu tiba
kehidupan kami mirip dengan perilaku fir’aun
jangan salahkan kami nak kalau empati raib
kasih sayang hanya sampai di mulut….

apakah engkau tahu nak kegundahan kami?
kami dibayangi rasa ketakutan, ketidaktenangan,
kegelisahan, kepedihan, ketakutan, kecemasan,
dan rasa bersalah berkepenjangan….
tidur kami tak bisa nyenyak

aku takut nak…. takut dan takut….
dunia telah merubah hidupku, dunia telah
membutakan mataku dan dunia pandai menipu
kini kekosongan jiwa itu semakin melambung
melambung nun jauh disana…..

mataku tak bisa melihat lagi
derit pintu kubur sudah terdengar
para malaikat bersiap-siap dengan cemetinya
oh… tak terasa aku tergelincir dan terkulai
dengen selembar kain kafan yang ternyata
tak bisa menyelamatkanku….

jkt.11122007
mas bechi

Leave a Reply