Aktivitas Soeharto 27-28 Januari (1)

Monday, 28-1-2008 | 13:25 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan

JANUARI menjadi bulan-bulan penting buat Soeharto dan keluarganya. Di bulan ini, Soeharto wafat tanggal 27 Januari dan dimakamkan di Astana Giribangun tanggal 28 Januari 2008. Beberapa tokoh dari negara-negara sahabat berdatangan ke Solo. Di antaranya, Wakil PM Malaysia Dato Tun Muhammad Najib, Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer dan Dubes AS untuk Indonesia Cameron R Hume. Lalu apa yang terjadi pada 27-28 Januari 1974, 1975, 1976, ketika Soeharto masih berkuasa? Kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan Soeharto? Berikut jejak langkah Soeharto:

27 JANUARI 1974:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut

28 JANUARI 1974:
Pukul 09.00 Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan Menteri Hankam/Pangab Jenderal M Panggabean, Panglima Kopkamtib Jenderal Sumitro dan Wakil Panglima Kopkamtib Laksamana Sudomo di Istana Merdeka. Soeharto membahas situasi keamanan di tanah air, berkaitan dengan terjadinya peristiwa Malari. Atas kejadian itu, Soeharto mengambil keputusan untuk menghapuskan lembaga Aspri Presiden dan langsung memegang pimpinan Kopkamtib.

27 JANUARI 1975:
- Bertempat di gedung Binagraha, Presiden Soeharto membahas hubungan Indonesia-Belanda. Pembahasan kali ini melibatkan Duta Besar untuk Belanda, Sutopo Yuwono. Soeharto berharap agar pemerintah Belanda lebih menjamin amannya kerjasama hubungan kedua negara, setelah terjadinya demonstrasi yang dilakukan para pengikut gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) terhadap KBRI di Den Haag.

- Siangnya Presiden Soeharto, selaku Ketua Yayasan Supersemar menerima Mendagri Amir Machmud, Menteri P dan K, Sjarif Thajeb dan semua gubernur/kepala daerah yang berada di Pulau Jawa. Dalam pertemuan terseut, Soeharto menyerahkan beasiswa yang akan diterima sejumlah mahasiswa di Jawa.

28 JANUARI 1975:
Presiden Soeharto memimpin sidang kabinet paripurna yang berlangsung di gedung utama Sekretariat Kabinet mulai pukul 10.00 pagi. Inti pembahasan adalah menyangkut perkiraan keadaan tahun 1975/1976 yang mencakup bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, keamanan dan ketertiban di dalam maupun di luar negeri yang disampaikan Kepala Bakin Letjen Yoga Sugama. Dalam kesempatan itu, Soeharto meminta kepada para menteri dan pejabat tinggi negara agar mempelajari perkiraan keadaan tersebut secara mendalam dan mempergunakannya sebagai bahan untuk membuat dan menyempurnakan perkiraan keadaan di bidang masing-masing. Kata Soeharto, perkiraan keadaan yang baik akan menjamin persiapan perencanaan, kelancaran pelaksanaan dan pengawasan yang baik.

27 JANUARI 1976:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut

28 JANUARI 1976:
Presiden Soeharto menyambut kedatangan PM Malaysia Dato Husein Onn pukul 16.30 di bandara udara Halim Perdanakusuma. Husein onn menjadi PM Malaysia menggantikan Tun Abdul Razak yang meninggal dunia ditengah kekuasaannya sedang berjalan. Ia datang ke Indonesia untuk berkenalan dengan Soeharto.

27 JANUARI 1977:
Presiden Soeharto meresmikan jembatan Kresek di Jawa Tengah. Kepada masyarakat setempat Soeharto meminta agar mereka sadar menjaga kelestarian lingkungan, menjauhi tindakan- tindakan seperti pengundulan hutan, ataupun kendaraan umum yang melebihi berat muatan dan perbuatan-perbuatan lain yang dapat mengakibatkan
rusaknya jalan dan jembatan.

28 JANUARI 1977:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.

27 JANUARI 1978:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.

28 JANUARI 1978:
Presiden Soeharto meresmikan Sekola Peternakan Menengah Atas Neeri. Cinaraga, Bogor. Dalam sambutannya ia menjelaskan, ada dua kerawanan dalam usaha pembangunan pertanian di Indonesia. Kerawanan pertama, adalah luas tanah. Alasannya, karena pertambahan penduduk, maka tanah yang dimiliki petani makin sempit. Untuk itu petani harus ditingkatkan kecakapan berusahanya dan ketrampilan tekhnologinya.

Kerawanan kedua adalah gejala bahwa bagian terbesar penduduk Indonesia adalah mereka yang berusia muda. Tapi karena berbagai sebab, mereka kurang tertarik pada usaha tani. Jalan paling tepat adalah dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan, dengan memberi pengertian dan mempersiapkan taruna pertanian. (Achmad Subechi/berbagai sumber/naskah ini dimuat di www.kompas.com)

Leave a Reply