Aktivitas Soeharto 27-28 Januari (2)
Monday, 28-1-2008 | 13:47 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan
DI DALAM buku Jejak Langkah Pak Harto, tak dicantumkan kegiatan Soeharto di bulan Januari 1978. Entah apa alasannya. Yang jelas buku ini diawali dengan kegiatan Soeharto mulai tanggal 29 Maret 1978. Pada tangal itu, Soeharto mengumumkan terbentuknya Kabinet Pembangunan III. Susunan kabinetnya meliputi tujuh menteri negara yang tidak memimpin departemen, dan 17 menteri negara yang memimpin departemen. Berikut kegiatan Soeharto di bulan Januari antara tahun 1979 hingga 1983.
27 JANUARI 1979:
Presiden Soeharto sedikit berkelakar saat menerima Menteri Muda Urusan Pangan, Affandi. Kata Soeharto, orang-orang yang berduit di kota telah membantu menyebarkan hama wereng dengan jalan mendorong para petani untuk menanam padi yang berasnya enak. Kata Soeharto, tanaman padi yang menghasilkan beras yang enak citarasanya seperti Rojolele dan Cianjur, sangat peka terhadap hama wereng.
28 JANUARI 1979:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.
27 JANUARI 1980:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.
28 JANUARI 1980:
Soeharto memberikan hadiah berupa 20 ekor sapi, satu set televisi, dua radio kaset, dua mist blower dan satu set buku 30 tahun Indonesia Merdeka. Hadiah itu diberikan kepada para pemenang lomba intesifikasi khusus tanaman padi musim tanam tahun 1979 untuk tingkat provinsi Jawa Timur. Acara diadakan di Surabaya.
27 JANUARI 1981:
Indonesia berduka. Presiden Soeharto menerima Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin. Ia melaporkan bahwa telah terjadi musibah terbakarnya kapal Tampomas II di perairan Masalembo yang menewaskan ratusan orang.
28 JANUARI 1981:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.
27 JANUARI 1982:
Presiden Soeharto beserta istrinya meninggalkan Jakarta menuju Pontianak untuk melakukan kunjungan kerja selama segari. Di kota itu Soeharto meresmikan penggunaan Jembatan Kapuas yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Soeharto meminta agar pembangunan di kota itu, khususnya di Kalimantan Barat, perlu dipergiat, karena daerah ini merupakan salah satu daerah terkaya dengan sumber alamnya. “Sampai sekarang ini kekayaan alam di kalimantan Barat belum dapat kita gali dan kita manfaatkan sebaik-baiknya. Salah satu hambatannya adalah karena sarana perhubungan yang belum mencukupi.
28 JANUARI 1982:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut.
27 JANUARI 1982:
Presiden Soeharto memberikan sinyal bahwa tahun-tahun ke depan merupakan tahun-tahun tersulit buat Indonesia.
Alasannya, penerimaan negara sangat terbatas, sehingga sulit untuk mecapai penerimaan negara yang tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, Indonesia harus melanjutkan pembangunan. “Sebab, jika pembangunan berhenti maka kita akan mengalami kesulitan yang lebih besar. semuanya itu mengharuskan kita untuk mengadakan efisiensi nasional secara menyeluruh. Efisiensi ini tidak saja harus dilakukan di kalangan pemerintahan, melainkan juga masyarakat,” kata Soeharto saat membuka Rapat kerja Gabungan/Kepala Daerah seluruh Indonesia di Istana.
28 JANUARI 1982:
Tak ada catatan kegiatan yang dilakukan Soeharto pada tanggal tersebut. (Achmad Subechi/berbagai sumber/naskah ini dimuat di www.kompas.com)













