Lorong I

Tuesday, 29-1-2008 | 6:35 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan

lorong I

hening… dan hening
malaikat itu telah datang
ia tiba atas izin Tuhan
menyelinap melalui lorong
melesat dari asalnya
dengan kekuatan supercepat
sayapnya teramat besar
mampu merengkuh belahan dunia
dari timur hingga barat

ia berdiri di depan jasad tergolek
senyum ataukah kemurkaan
roh itu lalu mengeliat dan menggeliat
kami semua tak bisa melihat
apalagi merasakan….
kecuali tafakur dan doa

malaikat terbang ke angkasa
sebungkus kain putih dibawanya terbang
dibuka di depan Tuhannya
bukti perintah sudah dilaksanakan
roh itu kembali diturunkan ke bumi
melalui lorong-lorong
walau sesaat…

manusia itu terperangah
ia kabarkan berita telah melalui lorong
ia peluk satu persatu sanak saudaranya
semua terdiam karena tak berasa
air mata dan air mata terus mengalir
ia tatap jasadnya, sembari mengatakan,
‘aku sudah tiada…..’

lorong II

alam itu sebentar lagi berbeda
terompah sang pelayat kali terakhir
masih terdengar…
malaikat lain berdatangan
mereka ucapkan salam
salam sejahtera dari sang Tuhan

aku hendak dibawa kemana?
kenapa menjadi gelap dan gelap?
mana cahaya itu? atau ini hanya sesaat?
maafkan aku ya Rabb…
maafkan aku ya Rabb…
mana dan mana seteguk cahaya itu?

cahaya itu tak jua datang
cahaya itu adalah rachmat
rachmat itu yang dirindukan
kirimkan doa dan doa anakku
agar cahaya itu selalu ada
hingga akhir zaman….

bec.29.01.2008

Leave a Reply