Mengenali kharakter manusia

Friday, 8-2-2008 | 4:29 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan


membaca ego manusia

INGIN mengetahui atau mengidentifikasi ego seseorang? Cobalah ajak mereka bermain musik. Dengan main bareng, kita akan mengetahui kelebihan dan kelemahan seseorang. Lucu, geli, kadang ingin ketawa sendiri. Mengapa? Seseorang yang egonya tidak kelihatan, akan semakin transparan setelah kita ajak membawakan beberapa buah lagu.

Pendek kata, dengan bermain musik kita akan mengenali jiwa masing-masing manusia. Ada yang rendah hati alias tidak sombong, ada yang tinggi hati ingin menang, ada yang bodoh tapi pura-pura pintar dan ada juga yang malu bertanya sekedar untuk menutupi kelemahannya.

Lebih menarik lagi, minat seseorang akan mudah teridentifikasi setelah mereka kita ajak memainkan alat-alat musik. Ketika mereka tak berminat, kita akan bisa tahu bagaimana keseriusannya dalam memainkan alat musik, termasuk membuat group band. Kadang yang menjengkelkan, tatkala minat itu tidak ada, maka mereka ngasal, alias asal mukul saja. Akibatnya, tidak ada harmonisasi. Ciri-ciri kedua, biasanya mereka yang tak berminat, minta agar lagu yang dinyanyikan segera diakhiri.

Dari pengamatan terhadap dua anak saya (masih duduk di bangku SMP), saya akhirnya tahu minat mereka terhadap aliran musik. Saat saya ajak membawakan lagu-lagu lama, kedua anak saya langsung protes keras. “Ah… lagu jadul lagi… Jadul lagi…” Tatkala, saya menuruti kemauan mereka –membawakan lagu-lagu terkini– keduanya saling barantem, karena berebutan untuk memainkan melodi.

Begitu kakaknya membawakan lagu yang sedang populer dan adiknya tidak begitu suka, maka cara memukul alat musik (gitar) terkesan berantakan dan ngasal. Begitu tahu adiknya ngasal, kakaknya protes. Gara-gara protesnya tidak diterima, kakaknya ngambek lalu pergi begitu saja. Praktis, untuk memainkan alat musik apalagi membentuk sebuah group band, masing-masing personil harus rendah hati, megesampingkan ego masing-masing, tahu diri dan harus mau menerima semua ’selera’ –aliran jenis musik apapun bentuknya. Ingin tahu kharakter anak-anak Anda, termasuk kekerasan hatinya? Ajaklah mereka bermain musik.

Dulu ketika saya masih di SMA, saya memiliki beberapa group band dan vokal group. Hampir setiap malam, kami manggung di nite club dan berpindah-pindah tempat. Biasanya, group-group band semacam ini, gampang rontok di tengah jalan akibat pembagian rezeki yang tidak merata. Ketika ketidakjujuran sudah mulai mencuat, maka yang terjadi adalah saling mencurigai. Nah, kecurigaan itu akhirnya berimplikasi pada minat dan keseriusan personil ketika diajak latihan atau manggung. Jika satu saja personil sudah mulai ngambek, maka yang lain akan ketularan. Bila ‘virus’ itu sudah menyebar, maka kelompok band itu tinggalah nama.
(achmad subechi)

Leave a Reply