Hamzah MD Gelar Sedekah Bumi

Thursday, 21-2-2008 | 6:49 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan

JAKARTA, RABU-Koruptor insyaf Hamzah MD bersama Sumidjan –peraih penghargaan Tiga Pilar Kemitraan Award– Rabu (20/2) siang pukul 13.00 WIB, akan menggelar acara sedekah bumi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Dalam acara sedekah bumi nanti, Hamzah MD, mantan anggota DPRD Bontang, akan membawa jajan pasar berupa puluhan apem, sebagai ritualnya.

“Kami juga membawa seorang ustadz yang akan ikut membacakan doa, agar negeri ini ke depan bebas dari tangan-tangan para koruptor. Kami sedih, kami berduka, kami gelisah, kami cemas, karena bumi Indonesia ini masih diinjak para koruptor yang jelas-jelas tak memiliki hati nurani dan empati kepada rakyat,” cetus Sumidjan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hamzah MD, merupakan koruptor insyaf dari Bontang yang sudah memasuki wilayah kesadaran karena apa yang dulu pernah ia lakukan ketika berkuasa menjadi anggota DPRD Bontang, merupakan sebuah kesalahan besar. “Jiwa dan hati saya tak bisa menerima perilaku buruk saya. Untuk itu saya dengan penuh kesadaran meminta aparat agar menangkap dan menyelidiki perkara saya. Saya merasa berdosa. Tapi, anehnya, aparat tidak mau menyentuh saya,” sesal Hamzah MD yang mengaku sudah berkali-kali ke KPK untuk menyerahkan diri.

“Kemarin saya ke KPK, tapi petugas disana tidak mau menangkap saya.” Karena itu, ia menghimbau kepada para koruptor lainnya, agar segera insyaf dan insyaf sebelum dunia dan Tuhan menghukum mereka. “Saya merasa berdosa karena telah memberikan makanan dan minuman yang berasal barang haram kepada anak-anak saya. wahai para koruptor, sayangi anak dan istri kalian jangan dengan memberikan sesuatu yang haram. Kasihan mereka. Apakah kalian sudah memperhitungkan resiko kejiwaan mereka ketika kasus korupsi Anda aibnya terbongkar? Apakah Anda merasakan kepedihan istri dan anak kalian ketika itu? Tolong dipikirkan sebelum berbuat,” jelas Hamzah MD.

Rencananya siang ini, Hamzah MD maupun Sumidjan akan membacakan puisi di Bundaran HI sebagai ungkapan rasa kegundahannya terhadap nasib negeri ini ke depan. Puisi yang dibawakan Sumidjan berjudul, Heran….

Perahu itu tak juga berlabuh
Kami semua gelisah
Kami semua resah
Kami semua cemas…
Perahu kami terlalu jauh dan jauh
Tingalkan kaki langit tak bertepi

Kemanakah kami engkau bawa?
Kemanakah perahu ini merapat?
Kemanakah juru mudi itu?
Kenapa engkau tak mampu menaklukan ombak?
Lalu mana…
Mana… dan mana…..pulau indah nan engkau janjikan?
Kapankah kami akan berlabuh?

Sedangkan Hamzah MD akan membacakan puisi berjudul Wahai Koruptor.

Kau peras negeriku
Kau hisap bangsaku
Kau bodohi rakyatku
Kau injak-injak Indonesia
Dimanakah hati nuranimu?
Dimanakah nalarmu?
Dimanakah empatimu?
Benarkah jiwa, hati…
Matamu dan telingamu tertutup?

Pintu-pintu kubur akan terbuka
Malaikat-malaikat menyapamu
Semua tubuhmu akan ditanya
Keculasanmu, ketidakjujuranmu….
harus engkau pertanggungjawabkan (BEC)

Leave a Reply