Erik Meijer Naik Dadak Merak
Sunday, 18-5-2008 | 6:36 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan
Tribun Kaltim Luar Biasa…
DI antara lima pria dari PT Bakrie Telecom Tbk yang menjadi tamu VIP di Tribun Kaltim, Selasa (13/5) siang, ada satu pria yang mencuri perhatian kaum hawa. Postur tubuhnya tinggi, kulitnya putih memerah terkena panas matahari dan mata birunya. Itulah sekilas penampilan Deputy President Director PT Bakrie Telecom Tbk, Erik Meijer.
Penampilan Erik mengundang decak kagum sejak kali pertama menginjakkan kaki di halaman kantor Tribun, Jalan Indrakilla, Balikpapan. Ia datang didampingi Director Corporate Services Bakrie Telecom Rackhmat Junaidi, Vice President Regional Business Operation Dhany HMS, GM Region Pamasuka Rd Oging Satrio Kusumo, Corporate Communications Supervisor Fauziah Syafarina Nasution dan Branch Manager Moch Ridwan M.
Mereka datang ke kantor Tribun dalam rangka media visit yang dilakukan sehari sebelum launching produknya, Esia. Peluncuran akan diadakan di Gerai Esia Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Begitu masuk ke halaman kantor, Erik disambut Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim Achmad Subechi, Pemimpin Perusahaan H Zainal Abidin, Redaktur Pelaksana Priyo Suwarno, Koordinator Liputan Saffrudin dan sejumlah pimpinan lainnya. “Wah… Anda tingginya hampir sama dengan saya,” sapa Erik kepada Achmad Subechi.
Selanjutnya masih di halaman kantor, Erik dan pimpinan PT Bakrie Telecom, mendapat suguhan tari kuda lumping yang dibawakan empat orang penari. Tanpa berkedip, lelaki asal Belanda itu mengamati satu persatu kelincahan para penari dan para pengiringnya. Cuaca yang panas membuat Erik sesekali menyeka wajahnya dengan kedua tangannya.
Tepuk tangan sontak membahana, usai keempat penari wanita itu mempertontonkan kebolehannya. Kemudian, empat orang penari dadak merak dari Paguyuban Reog Ponorogo Singojoyo Jati, Gunung Malang, Balikpapan, pimpinan HM Suyanto, menari-nari dan meliuk- liuk di depan Erik.
“Anda pernah naik reog?” tanya Pemred Tribun Achmad Subechi. Erik, tertawa ngakak, lalu balik bertanya. “Belum… bagaimana ya caranya naik ke tempat itu?” Pimpinan kesenian reog Suyanto kemudian mendaulat Erik naik ke atas dadak merak. Lelaki itu duduk di atas kepala harimau yang dihiasi mahkota bulu-bulu burung merak, kemudian diangkat tingi-tinggi.
Seketika itu juga, tepuk tangan meledak di seantero halaman kantor Tribun Kaltim.
Erik tak henti-hentinya tertawa ngakak, disambut tepuk tangan para karyawan maupun pimpinan PT Bakrie Telecom. “Selama berkunjung ke kantor media, baru kali ini saya disambut seperti ini. Kejutan dari Tribun ini sungguh luar biasa dan saya tidak menyangka. Benar-benar unik… Saya baru pertama kali ini naik di atas kepala reog. Terima kasih… terima kasih Tribun. Kedatangan kami kemari, dalam rangka sowan. Sebagai orang yang mau masuk di wilayah yang baru, kami mau belajar dulu dengan Tribun yang sudah lima tahun berada di kota ini,” kata Erik.
Kedatangan suami aktris cantik Maudy Koesnaedi itu sempat menarik perhatian para pembeli kartu perdana Esia di halaman kantor Tribun. Bahkan, Erik tanpa sungkan-sungkan sempat melayani para pembeli.
Selama di kantor Tribun, Erik tak henti-hentinya tertawa karena diskusi kecil-kecil yang digelar di ruang rapat, terkesan hidup. Apalagi Pemimpin Perusahaan H Zainal Abidin, kerap melempar joke-joke segar terkait dengan perang tarif antaroperator selular. Ayah dari Eddy Maliq Meijer ini cepat akrab. Saat masuk ke ruang redaksi, Erik sempat menghampiri dan menyalami dua wartawan Tribun. Kemudian, ia mengajukan beberapa pertanyaan. Tidak seperti layaknya petinggi yang selalu dikawal kesana-kemari, Erik tampak leluasa bergerak tanpa ada kawalan dari pimpinan PT Bakrie lainnya.
Termasuk ketika Tribun bertanya tentang rumah tangganya bersama Maudy. Keduanya kini tengah menikmati kebahagiaannya dengan kehadiran putra sulung. Untuk urusan ke luar kota, Erik memilih bergantian supaya ada yang menemani Eddy. Apa enggak kangen? “Ya dua- duanyalah. Saya kangen sama mereka. Yang pasti saya selalu ingin cepat pulang. Seperti sekarang, besok malam saya sudah kembali ke Jakarta.”
Dan setiap Erik keluar kota, lelaki itu mengaku tetap menjalin komunikasi dengan anggota keluargaya melalui telepon. “Satu hari ya sekali, paling nggak,” katanya. Mau punya berapa momongan? “Dua anak saja cukup ya,” kata Erik sembari tertawa. (cpk/bec)













