Enggak Boleh Makan Tempe Busuk

Thursday, 22-5-2008 | 8:13 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan


MARKAS Tribun Kaltim heboh! Dikawal aparat kepolisian, Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, tiba-tiba menginjakan kakinya di kantor Tribun Kaltim Jalan Indrakila, Balikpapan, Rabu (21/5). Seorang wanita muda berhidung mancung, berjilbab dengan senyum khasnya, turun dari sebuah mobil.

Wanita itu adalah pengantin baru, istri Hidayat Nur Wahid. Keduanya menikah 10 Mei 2008 lalu. Namanya, dr Diana Abbas Thalib. Kunjungan Hidayat ke markas Tribun bukan kali pertama. Sebelumnya, pria itu sudah pernah melakukan silaturrahim dengan jajaran redaksi. Kali ini ia didampingi Ketua DPC PKS Balikpapan Syukri Wahid, Ketua Komisi IV Ali Manshur, Ketua Pemenangan Pemilu DPD PKS Muhammad Razikun, istri Hadi Mulyadi Ny Erni Makmur dan kader-kader PKS lainnya.

Mereka disambut Plt Pemimpin Umum Tribun Kaltim Agus Nugroho, Pemimpin Redaksi Achmad Subechi dan Pemimpin Perusahaan H Zainal Abidin. Mantan Presiden PKS itu terlihat lebih sumringah saat duduk bersebelahan dengan sang istri di ruang rapat Tribun Kaltim.
Sembari tersenyum Hidayat mempertanyakan alasan Tribun memuat profil istrinya beserta pernikahannya selama lima edisi. Padahal, pernikahan yang dia lakukan seperti orang kebanyakan. “Bagi kami, pernikahan ini biasa saja, seperti acara pernikahan lain. Sekarang giliran saya yang mengajukan pertanyaan. Kenapa sampai lima kali dimuat berturut-turut?” tuturnya.

Mendengar pertanyaan itu, sontak semua yang hadir di ruangkan tertawa ngakak. Menurut Achmad Subechi, Tribun sengaja memberitakannya secara bersambung dengan alasan Hidayat Nur Wahid adalah publik figur yang layak diberitakan. “Apalagi, sosok Ibu Diana pernah tinggal di Sangatta. Faktor kedekatan inilah yang kami jadikan alasan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Achmad Subechi menyerahkan lima edisi koran Tribun Kaltim yang berisi berita tentang sosok dr Diana. Direktur RSIA Bunda Alia Pondok Bambu itu kemudian membolak-balik tulisan yang memuat profilnya.

DPC PKS Balikpapan juga tak mau kalah, berita yang menyangkut profil Diana dan pernah dimuat di Tribun dipigura dan diserahkan kepada Achmad Subechi. “Saya ucapkan terima kasih kepada Tribun Kaltim atas apresiasinya. Semoga tulisan tentang saya dapat memberi kesan positif dan berkenan di hati masyarakat,” kata Diana.

Hidayat menilai kehidupan media di Kaltim cukup berkembang. Hal ini dibuktikan dengan perkembangan Tribun Kaltim yang tumbuh dengan pesat. “Tentunya bagi calon gubernur yang menang, akan sangat memerlukan media semacam ini.”

***

RESMI menjadi istri Ketua MPR RI Hidyat Nur Wahid, Diana Abbas Thalib setiap harinya tidak lupa menyiapkan makanan untuk sang suami dan keluarganya. Sebagai istri yang sayang dengan suami, perempuan berusia 42 tahun itu tak lupa menyiapkan dua menu kesukaan suami tercinta, sayur lodeh terong dan sambal tumpang.
“Sayangnya saya enggak boleh makan tempe busuk. Beliau khawatir keracunan. Padahal tempe busuk yang sudah dijadikan sambal tumpang itu kesukaan saya,” kelakar Hidayat.
Makanan untuk sang suami dan keluarganya, ia siapkan bersama pembantu rumah tangganya.
“Saya orangnya konsen dengan kuliner. Maka menu makanan mulai dari sarapan pagi, makan siang, makan malam hingga camilan selalu bervariatif. Dan tentunya harus memenuhi gizi,” ucap wanita yang wajahnya mirip dengan artis Inneke Khoesherawati.

Untuk camilan, kata Diana, ia selalu menyediakan kue nastar kesukaan sang suami. “Bapak paling suka kue nastar. Dan kue nastar ini saya buat sendiri. Walaupun saya sibuk saya menyempatkan untuk membuatnya,” ucap putri pasangan Abbas Thalib dan Fauziah.
Sebagai seorang dokter ia sangat selektif sekali soal makanan yang dikonsumsi suaminya. Selain menyukai sayur lodeh terong, sambal tumpang, dan nastar, sang sang suami juga paling suka daging. Namun karena daging mengandung lemak jenuh, wanita keturunan Arab ini mengurangi makanan daging. “Saya mengurangi daging untuk bapak agar menjaga metabolisme tubuh,” ucapnya.

Melihat istrinya agak malu-malu berbicara, Hidayat yang duduk disamping isrinya mengaku, kalau ia paling suka masakan Jawa berupa sayur lodeh terong dan sambal tumpang. “Biarpun saya orang Jawa saya juga suka dengan masakan Arab, makanya suka dengan daging. Kalau istri saya ini malah sebaiknya, biarpun orang Arab, tapi lebih suka makanan Jawa,” tambahnya tersenyum.

Menyandang sebagai istri seorang pejabat, tentunya membawa perubahan bagi dirinya. Diana mengaku, ia mengalami perubahan signifikan dalam kehidupannya. “Banyak perubahan terjadi, dan saya berharap perubahan ini dapat memberikan ke arah lebih baik dan membawa paradigma lebih baik,” ucap wanita Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI). (lia/jnh)

Leave a Reply