dasar manusia….

Thursday, 19-6-2008 | 19:41 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan

LELAKI itu amat meyakinkan. Penampilannya perlente. Sepatu yang dikenakannya, katanya buatan dari luar negeri. Kalau bicara asal njeplak saja. Dengan segala kepongahannya, ia bercerita panjang lebar tentang perjalanan hidupnya. “Saya dulu kaya raya. Tidak ada satu pun orang di Balikpapan ini yang tak kenal saya. Uang saya berlimpah.”

Saya hanya ketawa…. Gaya bicaranya amat meyakinkan. Sambil petentang-petenteng di depan saya, lelaki itu masih ngocor saja dengan bualannya. Sesekali ia bicara tentang ketuhanan. Bahkan, untuk menunjukkan dia seorang yang alim, lelaki itu menghubungi seorang ustadz yang jadi panutannya melalui pesawat selularnya.

Lagi-lagi saya ketawa. Lucu, unik dan menggelikan. Kok masih ada orang model begini, di era yang serba sulit. Puas ngobrol ngalor ngidul, saya balik bertanya. “Coba buka dompet Anda. Saya yakin Anda tidak punya uang?”

Wajahnya memerah. “Kok Anda tahu?” “Ya… coba buka saja. Satu perak pun anda kagak gablek duit.” “Hah….?” Sedikit menutupi rasa malunya, pria itu membuka dompetnya. “Benar… saya enggak punya duit. Kalau saya punya uang, tentu saya sudah pulang ke rumah. Anak dan istri saya menunggu…” bisiknya. Saya semakin geli, mendengarnya. Hari itu juga obrolan sayu tutup. Tidak relevan… he… he… he…

Malam harinya ketika saya hendak makan di suatu tempat, saya mendapati lelaki itu kembali. Gayanya masih petentang-petenteng. Kali ini ia berjalan dengan seorang wanita muda. Saya pikir istrinya. Eittt… ternyata, calon bini mudanya. Kok bisa-bisanya? Tadi pagi dia bicara tentang ketuhanan, nah malam hari sudah dapat gebetan. Gimana atuh Mang?

“Saya manusia Pak. Saya bukan malaikat. Saya mempunyai hati dan perasaan yang sama.” kata dia, saat saya tanya siapa wanita itu. Mo jadi istri kedua atau? “Iya Pak… Agustus nanti dia saya nikahi.”

Lagi-lagi saya tertawa… lantaran geli. “Gimana mau sukses, wong istri dan anak-anakmu saja belum bisa engkau beri nafkah dengan sempurna kok, ee… sekarang gandeng wanita lain? Itu namanya gebleeeeeeeeek..”

Mendapat serangan mendadak, ia berusaha ngeles, bak pendekar. “Itu Pak… saya bukan malaikat.” “E… dasar, kalau kamu malaikat tentu kelakuannya kagak seperti ini” kelakar saya sedikit bergurau. Sang kekasih yang mendengar obrolan tadi, cengar-cengir sedikit malu.

Ssssttt… rupanya dia kagak tahu kalau laki-laki setengah tua itu kagak gablek apa-apa. Huaha… ha.. ha.. Itulah manusiaaaaaaaa…………… brurrrrr….

Leave a Reply