Ketika hati sang gubernur bicara
Thursday, 28-8-2008 | 5:39 WIB | Komentar | Kategori: KONTEMPLASI, Myanmar
RABU (27/8) kemarin menjadi hari penuh makna bagi awak redaksi Tribun Kaltim. Tokoh yang belakangan menjadi bahan pembicaraan masyarakat Kalimantan Timur karena kearifannya dan keluhuran hatinya, tiba-tiba menginjakkan kaki di markas Tribun Kaltim, Jalan Indrakilla, Balikpapan.
DIALAH Pj Gubernur Kaltim, Tarmizi Abdul Karim. Dalam kunjungan mendadak sekitar satu jam tersebut, Tarmizi hanya didampingi asistennya Ridwan, tanpa ada pengawalan khusus dari aparat. Awalnya, Tarmizi diagendakan mengunjungi maskas Tribun selepas shalat Isya, namun karena ia harus membuka pertemuan Bawasda se-Indonesia, maka acara dipercepat selepas shalat Ashar. Itu pun Tarmizi sendiri yang mendesainnya.
Sekitar pukul 16.20 Wita, sebuah mobil Land Cruiser hitam berplat merah, tiba di halaman Tribun. Kedatangan KT 1 itu disambut Pemimpin Perusahaan Tribun Kaltim Zaenal Abidin, Redaktur Pelaksana Priyo Suwarno dan Manager Produksi Arif R Rachman.
Sementara Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim, Achmad Subechi, saat itu tengah menerima rombongan tamu dari Telkomsel. Mereka adalah GM Marketing and Customer Service Telkomsel Kalimantan, Gilang Prasetya, dan Corporate Communication, Rina Dwi Noviani serta para pimpinan Telkomsel lainnya.
Mengawali sambutannya, Tarmizi menyatakan sangat bersyukur bisa mengunjungi Tribun. “Telah lama saya berencana mengunjungi Tribun. Bila rakyat mencintai Tribun, rasanya menjadi aneh kalau pimpinannya tak mencintai Tribun,” ujarnya yang disambut tepuk tangan.
Ia menyatakan, dalam dinamika pembangunan Kaltim, informasi ibarat suluh yang memberikan pencerahan. “Tanpa suluh, kita saling tuduh, saling tuding, saling bertanya, dan saling gelap. Kaltim butuh pencerahan itu dari media semacam Tribun,” ujarnya.
Bahkan, dalam kesempatan itu Tarmizi mengaku tersentuh hatinya karena pimpinan dan wartawan Tribun sejak awal bersikap terbuka kepada dirinya. “Tingkat kemajuan suatu media tergantung degree’s of openess atau derajat keterbukaannya. Dengan itu akan terbangun profesionlitas. Dan Tribun telah menunjukkannya. Bahkan, beberapa menit setelah saya menerima amanah dan baru keluar dari ruangan, tiba-tiba wartawan Tribun mewawancarai saya,” kenangnya.
Atas dasar itulah, Tarmizi mengaku akan sering datang ke Tribun untuk sekedar sharing atau berbagai pengetahuan. “Karena itu, seberapa menitpun saya berada di sini (Balikpapan), saya akan sempatkan diri untuk menjaga komunikasi dengan Tribun,” tambahnya.
Seusai Tarmizi, giliran Pemred Tribun Achmad Subechi memberikan sambutan. “Dengan jujur saya katakan, Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Bapak, pemimpin yang tulus dan ikhlas. Ketika menghadiri acara pelantikan Bupati Penajam Paser Utara, saya sempat mendengarkan pidato Bapak yang isinya benar-benar menggetarkan jiwa, hati dan pikiran manusia,” katanya.
Ke depan, Achmad Subechi berharap agar Tarmizi, rajin-rajin menuangkan semua pemikirannya melalui media Tribun Kaltim. Di tengah obrolan itu, Tarmizi sempat meledek Pemred Tribun Kaltim. “Beliau ini banyak pendapat (ide) yang keluar dari pikirannya, tapi kurang pendapatan. Ha.. ha.. ha….” Sontak semuanya tertawa terbahak-bahak dan suasananya benar-benar cair.
GM Marketing and Customer Service Telkomsel Kalimantan, Gilang Prasetya, mengaku terharu bisa bertemu dengan Tarmizi. “Saya telah lama berencana ingin mencari orang seperti Bapak. Saya akan terus berusaha sampai bertemu. Ternyata tanpa disengaja, alhamdulillah saya bisa bertemu Bapak di kantor Tribun,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia berharapTarmizi memberikan ceramah di acara Telkomsel Ramadhan mendatang, walau ia sendiri dalam waktu dekat harus pindah ke Surabaya menjadi Vice and President Area III Telkomsel Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.
Selepas itu, Gilang dan Tarmizi mendapatkan cinderamata dari Tribun berupa print out halaman satu yang di dalamnya berisi pemberitaan kedua tokoh tersebut. Selepas itu, Tribun kembali memberikan kado istimewa kepada Tarmizi, melihat hasil kerja wartawan www.tribunkaltim.co.id –realtime mega portal– melalui in focus. Seketika itu Tarmizi sontak tercengang begitu melihat foto dan beritanya muncul di home page online. Selanjutnya Tarmizi melakukan kunjungan ke dapur Tribun. Tak ada satu pun karyawan Tribun mulai dari resepsionis, wartawan, redaktur, petugas satpam yang tidak ia salami.
Bahkan saat berada di dalam mobil dan hendak meninggalkan markas Tribun, pria itu sempat berkata, “Dapat salam dari isteri saya…” Semuanya terdiam, kaget campur haru. “Itulah sosok pimpinan ideal yang kita damba-dambakan karena sikapnya dan ketulusannya dalam melakukan hubungan dengan manusia. Beliau sangat menghormati harkat dan martabat manusia lain,” kata Zaenal Abidin, Pemimpin Perusahaan Tribun Kaltim. (m22)














