Cleansing of The Soul

Sunday, 31-8-2008 | 5:27 WIB | Komentar | Kategori: karyawan, renungan

TAK ada gading yang tak retak. Begitu juga manusia. Sebaik-baiknya manusia, pasti ada setitik noda yang terselip di atas kertas putih. Sebaliknya, seburuk-buruknya manusia, ternyata masih ada titik putih yang mewarnai lembaran hitam.

Manusia serba terbatas, artinya penuh kekurangan, walau sudah diberi akal oleh Sang Khalik untuk menyempurnakan kekurangannya. Persoalannya, akal kadang selalu kalah dengan tarikan hati. Di sisi lain, dalam realitas kehidupan, manusia selalu dituntut agar selalu sempurna.

Kata-kata ’sempurna’ itulah yang kemarin saya sampaikan di depan sejumlah mahasiswa Unmul, Kalimantan Timur, saat berpamitan kepada saya setelah sebulan lebih melakukan KKN di kantor kami.

“Kalau saya disuruh menilai kalian, saya katakan tidak ada yang sempurna. Coba lihat, tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang sempurna. Begitu juga pria… Sama dengan halnya ketika kita membangun rumah, bekerja dan lain-lain. Semuanya selalu saja tidak sempurna. Celakanya, sang majikan selalu menuntut yang sempurna.”

Begitu juga perilaku manusia. Tidak ada satu pun manusia yang sempurna (mampu) menjaga perilakunya. Jangankan menjaga, untuk mempertahankan perilakunya saja, mereka belum tentu bisa. Alam semesta juga begitu. Ada panas, ada hujan. Ada malam, ada siang dan lain sebagainya.

Esok… kita semua memasuki bulan Ramadhan. Bulan penuh rachmat ini, marilah kita jadikan ruang untuk cleansing of the soul. Dengan jiwa yang bersih, kita sambut langkah baru, menatap masa depan lebih baik lagi, terutama keselamatan dunia akhirat. Perjalanan masih panjang dan terlalu panjang….. Mohon maaf lahir bathin buat semua teman-teman, sahabat-sahabat saya, musuh-musuh saya, pimpinan-pimpinan saya, guru-guru saya, orang tua saya, keluarga saya dan semua makhluk yang memiliki jiwa…. (achmad subechi)

Leave a Reply