Melesat Bak Meteor

Tuesday, 2-9-2008 | 18:03 WIB | Komentar | Kategori: achmad subechi

NAMA Barack Obama melejit bak meteor. Sejak terpilih sebagai senator AS dari Illinois, namanya kian mencuat. Ia pemimpin yang dirindukan oleh sebagian masyarakat Amerika. Bahkan, Pidato pengukuhan Barack Obama sebagai calon presiden Partai Demokrat ditonton oleh 40 juta orang lebih. Konvensi Partai Demokrat di Denver, 25 28 Agustus, juga tidak sekadar hajatan politik, tetapi sebuah program televisi yang menarik ditonton dibandingkan dengan konvensi politik mana pun sepanjang sejarah AS.

Sebuah riset menyatakan, lebih banyak jumlah orang yang menyaksikan pidato Obama melalui televisi ketimbang pemirsa yang menyaksikan acara pembukaan Olimpiade Beijing dan final ‘American Idol’ atau acara Academy Awards tahun 2008. Sebelumnya, Nielsen Media Research menyebutkan, pemirsa pidato Obama mungkin hanya menyamai rekor pemirsa untuk empat acara sepak bola, termasuk pertandingan Super Bowl antara Giants dan Patriots.

Nielsen hanya menghitung jumlah pemirsa di AS, bukan di seluruh dunia. Media media di AS sering menyebutkan penampilan Obama sebagai fenomenal. Dia juga menjadi ‘darling’ nya media internasional. Konvensi Demokrat tahun ini juga mencatat rekor soal minat peliputan media internasional, mengalahkan konvensi mana pun.

Kantor berita Agence France menyebutkan, konvensi Demokrat 2008 juga melahirkan rekor sebagai sumber berita berita utama sepanjang sejarah. Julian Zelizer, profesor sejarah dari Princeton University, mengatakan, pidato Obama bagus, menjanjikan perubahan dalam politik di AS. Pidato Obama memberi inspirasi kepada para pendukungnya dan membuat kelompok Republik terbenam. “Saya dibuatnya seperti memiliki harapan,” kata Phyllis Ring (81) dari Fort Collins, Colorado.

Jumlah penonton pidato Obama dua kali lebih banyak daripada jumlah yang menyaksikan pidato pengukuhan John F Kerry, calon presiden Demokrat tahun 2004. Pidato Kerry ditonton 20 juta orang, sementara pidato Presiden George W Bush pada konvensi Republik tahun 2004 ditonton 27,6 juta orang.
Anne Elliot, analis dari Nielsen, mengatakan, jumlah pemirsa pidato Obama mungkin terbanyak dibandingkan pidato dari berbagai konvensi yang pernah ada. Selama empat hari penyelenggaraan konvensi Demokrat tahun ini, rata rata jumlah penonton adalah 22,5 juta rumah tangga (bukan orang). Konvensi Demokrat 2008 hanya kalah dari segi jumlah penonton daripada konvensi Demokrat tahun 1992 saat penominasian Bill Clinton sebagai capres Demokrat yang kemudian menang.
***
RAKYAT Amerika Serikat (AS) akan menggelar Pemilu 4 November 2008 untuk memilih presiden. Siapakah yang akan terpilih menjadi presiden ke 44 AS? Sepanjang sejarah Pemilu AS, nama Indonesia baru kali ini kerap disebut sebut media dan masyarakat AS. Munculnya, nama Indonesia, terkait erat dengan latar belakang Obama dan saudara tirinya, Maya Kassandra Soetoro Ng.

Keduanya ketika masih kecil, pernah menetap di Jakarta. Keterkaitan Obama dan Indonesia ternyata lebih pekat dari yang diperkirakan, setelah ramainya pemberitaan mengenai peran dan identitas adik perempuannya berdarah Jawa Timur, Maya Soetoro Ng.

Sebelumnya, orang Indonesia lebih mengenal Obama sebagai warga AS yang menghabiskan sebagian masa kecilnya di Indonesia. Kini, pengetahuan itu bertambah dengan kepopuleran Maya Soetoro. Obama… Nama itu kini cukup populer. Nama lengkapnya Barack Obama. Awal awal mengikuti pencalonan menuju kursi presiden, sebagian warga Amerika selalu bertanya, “Nama yang begitu asing. Dari manakah Anda mendapatkan nama lucu itu?”

Obama adalah buah pernikahan dua anak manusia yang megalami perbedaan warna kulit dan budaya. Ayahnya, Barack Hussein Obama, berasal dari Kenya, Afrika. Sedangkan ibunya Stanley Ann Dunham, berkulit putih, berasal dari Kansas City. Ayah Obama bertemu dengan Ann Dunham, seorang gadis berkulit putih di East West Center, Universitas Hawaii, di Manoa, Honolulu, ketika ia mendapat beasiswa untuk bersekolah di tempat itu.

Maya adalah adik tiri Obama. Ia satu ibu dengan Obama, namun beda ayah. Ayah kandung Maya bernama Lolo Soetoro, pria Jawa Timur tulen. Kedua orang tua Obama   ayah kandung maupun ayah tirinya   menganut agama Islam. Selama ini masyarakat AS mengenal Michelle Obama, istri Obama, sebagai orang kuat di balik kampanye pencalon presiden dan karir politik Obama. Tapi, setelah kampanye itu memasuki babak terpanasnya, masyarakat AS semakin penasaran dan ingin mengenal lebih dekat siapa sosok Obama dan anggota keluarganya.

“..(selain Michelle) Ada dua lagi senjata rahasia Barack Obama, yakni kakak perempuannya Auma Obama dan adik perempuannya Maya Soetoro Ng,” tulis Amy Argetsinger dan Roxann Roberts. Kedua wartawati itu menyebutkan, aset politik terbesar Obama adalah tradisi multikultur yang ada di dalam keluarganya. Tradisi itu dikembangkan para perempuan di sekitar Obama, termasuk ibunya hingga Maya Soetoro. (achmad subechi/berbagai sumber)

Leave a Reply