Ngadalin Anggota Dewan…

Tuesday, 30-12-2008 | 18:34 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan

JAHAT benar kelakuan teman-teman saya. Kapan hari saya bertemu seorang mantan aktivis. Ia pernah kuliah di Malang. Ketika ngobrol soal politik, ia geram dengan ulah anggota dewan. Ketika masih kuliah, ia kerap mendapat order dari angggota dewan agar mencarikan mahasiswi sebagai teman kencannya.

AKAL jahat lahir dari pikiran yang juga ruwet karena kedengkian, rasa benci, gemas dan lain sebagainya.. Ketika seorang anggota dewan minta pesanan, teman saya yang masih muda segera tancap gas mencarikannya. Wanita yang diinginkan anggota dewan rata-rata berstatus mahasiswi.

Pasarannya ketika itu untuk yang kelas papan atas Rp 500.000. Biasanya, wanita-wanita yahut itulah yang disukai mereka. Ditengah perjalanan, akal bulus mendadak muncul. “Gue cari saja wanita jalanan yang taripnya waktu itu cuman Rp 30.000. Nah, kalau dibooking anggota dewan, taripnya kan bisa naik,” kenangnya. Lumayan juga buat si wanita pendamping sesaat.

Sebelum dibawa ke hotel, teman saya yang kerjaannya sengaja ngerjain angggota dewan, lebih dulu membreifing wanita itu. “Entar kalauu kamu ditanya, bilang saja mahasiswa ini… itu… Kalau ditanya semester berapa, ya kamu karang saja..” bisiknnya kepada sang wanita.

Begitu disodorkan,, sang angggota dewan okey-okey saja. Entah apa yang terjadi dii dalam kamar. Yang jelas teman gue, tertawa ngakak. “Kita ini raja kadal, masak mau dikadalin… Untuk itu gue kadalin aja, toh anggota dewan itu enggak mungkin cek kartu mahasiswa wanita yang diajak kencan,” tuturnya.

Kenapa kamu kok tega ngerjain mereka? “Lha dia kan wakil rakyat. Masak minta begituan. Gile apa… lebih baik gue kerjain aja. Gue kesel banget dah ama orang-orang itu…” Weleh… ada-ada wae…
***
URUSAN seks berbeda dengan urusan politik. Seorang mantan anggota DPR RI pernah bercerita kepada saya bahwa soal kebutuhan seks, bukanlah sesuatu yang aneh di kalangan anggota DPR. “Anda bisa cek… sendiri di tong sampah kalau pagi,” katanya. Ada apa? “Ah… kamu ingin tahu saja. Coba cek sendiri dong dan temukan buktinya…” Rahasia neh….?

“Anda kan wartawan. Lacak dong…. Apa perlu saya antar lalu kita teliti bersama-sama. Huaha… ha… ha…” Dia ketawa ngakak, saya juga ketawa ngakak. Memang kebutuhan akan seks tak mengenal batas waktu, tempat dan lain sebagainya. Juga tak mengenal status sosial….

Beberapa waktu lalu, seorang rekan saya yang duduk di Senayan, mengaku mumet tujuh keliling. Mengapa? Bininya mendadak cemburu ketika ada seorang wanita bertamu di ruang kerjanya. “Saya pusing… Wong kita tidak ngapa-ngapain… Tapi namanya isttri kan selalu curiga. Dikirain wanita itu selingkuhan saya. Aneh… “

Leave a Reply