Terapi Urin

Friday, 29-5-2009 | 8:56 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan

Oleh Achmad Subechi – 6 April 2009 – Dibaca 516 Kali -

UMURNYA sekitar 45 tahun. Badannya agak gemuk. Dulu ketika muda, ia pernah menderita asma. Nah, kemarin ketika bertemu dengan saya, nafasnya saya amati. Seperti ia sudah sembuh total. Padahal pekerjaannya, kuli angkut beras di Pasar Pacarkeling, Surabaya. Apa resepnya?

SAYA masih duduk di beranda rumah, walau hari sudah larut malam. Seorang tukang becak menyapa saya. “Kapan datang? Sampean itu jangan cari uang melulu. Ingat ibu… Ibu sampean sekarang sering sakitt. Kapan lagi membahagiakan orang tua. Masak kalau mati saja baru pulang. Mumpung usianya masih panjang, sering-seringlah pulang ke Surabaya,” pesannya.

Saya terkaget. Wong cilik tak berpebdidikan, ternyata memiliki nilai-nilai yang sekali ucap, maknanya teramat dalam. Saya hanya senyam-senym saja ketika dinasehati teman lama. “Sehatkah?” “Alhamdulillah.. sudah tiga minggu ini saya kembali dsehat. Sebelumnya, saya sering sakit-sakitan. Asma kambuh, ke dokter…. Uang habis, tapi tidak sembuh,” ungkapnya.

Terus pakai obat apa kok bisa sembuh? “Obat luar…” “Maksudnya?” “Ya obat luar… Saya juga baru tahu kalau obat luar itu jos… ” tuturnya. Berapa harga obat luarnya? “Gratis…. dan dijamin cespleng.” Kok gratis? “Iya… gratis… Obat luar ini saya dapatkan dari dokter. Kapan hari saya ke RS Karangmenjangan. Setiap kali kambuh saya berobat ke RS itu. Rupanya dokter ini kasihan sama saya, dia lalu memberikan obat luar.”

Apa nama obat luar itu? “Maafff… ini rahasia… Saya minum air kencing sendiri setiap pagi.” Lho itu yang sampean maksudkan obat luar? “Iya… Waktu itu Pak Dokternya bilang… Kalau mau cepat sembuh… coba minum air kencing setiap pukul 04.30. Ini obat dari luar, kata Pak Doter. Tadinya saya sih enggak percaya. Tapi setelah saya coba meminumnya, ehmm… badan langsung berkeringat, capek-capek hilang dan asma saya alhamdulillah hilang,” kenangnya.

Ah saya kgak percaya? “Lho… coba tanya ke tetangga saya. Kemarin ada ibu-ibu juga mendeerira asma. Saya ajarin supaya minum air kencingnya. E.. dia marah-marah. Masak orang sakit disuruh minum air kencing sendiri. Kamu ini kurang ajar. Untung suaminya sudah saya jelaskan. Besoknya dia mencoba, dan alhamdulillah ibu itu sehat kembali,” ungkapnya.

Sekarang asma sampean tidak kambuh? “Tidak… Kalau dulu disuruh ngangkat satu kuintal beras, ampun deh.. Saya tidak kuat dan nafas saya keluar suara ngik.. ngik.. ngik…. Sekarang disuruh angkut berapa kuintal pun… okey punya. Artinya saya siappp.” Gimana atuh rasanya? “Ya ada sepetnya, kadang asin, kadang pedes.. Huaha… ha.. ha…. Tapi demi kesehatan, saya merem saja kalau minum air kencing. Apalagi lan tidak banyak, cuman beberapa cc saja.” Benarkah air kencing bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit? Itulah jawaban teman saya yang sudah mencobanya… Alhamdulillah, dia kembali pulih dan sehat… Selamat bekerja Cak… cari duit buat besarkan anak-anak…

Share on Facebook    Share on Twitter

6 tanggapan untuk “Terapi”

1. Vicky Laurentina,
— 6 April 2009 jam 12:12 pm

Hari ini, ada yang bilang, obatnya minum air kencing sendiri. Besok apa? Minum ingus sendiri?
Ada-ada aja..
2. Novrita,
— 6 April 2009 jam 6:47 pm

Wah..nek aku yo gak mentholo ngombe koyok ngono….
Mungkin cuma sugesti… APa sudah ada pembuktian ilmiah? Karena urine itu kan kotoran yang dihasilkan tubuh yang harus dibuang keluar. Masa sih harus masuk lagi…? Apa iya ibu sampeyan kalo sakit dikasih gitu.. Coba deh tanya istri sampeyan.. yang lebih tahu tentang dunia kedokteran..

* Nov: Apa yang saya tulis di atas sebenarnya bukan soal benar atau tidaknya khasiat dari urine. Tetapi saya menangkap pesan dari abang becak bahwa hidup ini terlalu sulit. Ke dokter, mereka kagak gablek duit. Nah, akhirnya urine pun akhirnya ia jadikan ‘obat’ demi kesehatan mereka…. Maknanya bahwa rakyat kita ini memang belum sejahtera. Coba kalau punya duit, mereka pasti ke dokter spesialis… Betul enggak?
3. ima,
— 8 April 2009 jam 1:52 pm

Kalo kita meyakini sesuatu.. Insya Allah pasti terkabul..sama saja dgn air kencing yg dijadikan obat…
4. shinta setyawati,
— 11 April 2009 jam 8:27 pm

Kalo aku sih berdoa supaya aku selalu diberi kesehatan lahir batin oleh Allah SWT sehingga tidak perlu minum / mencoba obat yang aneh2….yang mungkin bagi sebagian orang (termasuk aku) dianggap tidak rasional.
5. Yani,
— 13 April 2009 jam 4:55 pm

Hal ini bukan pertama kalinya saya dengar. Karna memang ada yang namanya Terapi Urine untuk pengobatan. Yang diminum memang urine yang pertama kali keluar di pagi hari.
Ada juga beberapa orang yang melakoninya dan merasakan khasiatnya.
Berikhtiar untuk kesembuhan sepertinya bukanlah hal yang buruk.
6. sumijan,
— 21 Mei 2009 jam 2:56 pm

Ibuku adalah alasan kehidupanku,itulah yang membuat aku sewaktu kecil sangat patuh,walau disuruh minum air kencing ibuku yang direbus layaknya teh panas. Waktu itu kehidupan ekonomi keluargaku sangat sulit luar biasa,sehingga aku dan adik-adiku terjangkiti penyakit kuning,begitu yang kuingat. Alkhamdulillah aku dan adik-adiku sembuh lantaran minum air kencing rebus ibuku dan kini kami telah beranak-cucu. Itu cerita dulu di tahun 1972,saat sebagian besar penduduk di kota ku (nganjuk) makan ampas ketela pohon,ampas tahu, ketela/singkong.

Teman baiku di kaltim tiga tahun lalu memperlihatkan aksi irasional menurutku, ia adalah seorang kepala bagian laborat di RS ternama di kotaku. Terheran-heran aku dibuatnya, ternyata secara diam-diam ia telah meminum air kencingnya sendiri saben pagi untuk mangatasi penyakit yang ada pada dirinya. Padahal ia orang dengan status sosial mapan,bahkan istrinya bekerja sebagai boss di insytansi perpajakan dan bolak-balik ke luar negeri.

Yang aku tahu,sekarang ia tampak sehat dan bahagia setiap hari,sekali waktu meneleponku minta bertemu dalam suatu acara keluarga. ketika kutanya soal kebiasaannya meminum air kencing tiap pagi,ia pun tertawa lepas terbahak-bahak hingga mengundang perhatian para undangan lain yang hadir. ini bener-bener blog yang bagus dan mendidik empati dan nalar.

Leave a Reply