Wawancara Imajiner dengan SBY
Wednesday, 9-9-2009 | 17:12 WIB | Komentar | Kategori: Gagasan, perubahan
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (9/9) hari ini genap berusia 60 tahun. Tak ada pesta yang meriah, kecuali ucapan rasa syukur kepada Allah SWT. Sejak kemarin, SBY mendapat ucapan selamat dari kerabat dekatnya, koleganya, bahkan menerima telepon dari Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Isinya, selain mengucapkan selamat ulang tahun, Dmitry juga menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali SBY sebagai Presiden RI melalui Pemilu 2009. Berikut wawancara imajiner dengan Presiden SBY.
Assalamu alaikum Pak SBY?
Waalaikumsalam….
Selamat ulang tahun ke 60, semoga tetap panjang umur, diberi kesehatan dan bisa memimpin negeri ini dengan baik. Apa makna ulang tahun kali ini bagi Pak SBY?
Amin… amin… amin…. Terima kasih…. Alhamdulillah, sampai hari ini saya merasa bersyukur karena telah diberi nikmat panjang umur dan nikmat kesehatan oleh Allah SWT. Makna ulang tahun saya kali ini tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Manusia itu harus selalu elling kepada Sang Maha Pencipta. Mengapa? Eling adalah bagian dari rasa syukur bahwa kita ini adalah makhluk yang selalu dirachmati, disayangi dan diharapkan bisa memberikan karya-karya yang terbaik melalui pemikiran atau gagasan-gagasan yang bermanfaat buat negeri ini.
Di hari yang bahagia seperti ini tentu saja banyak sahabat-sahabat bapak, bahkan rakyat Indonesia yang turut mengucapkan selamat ulang tahun. Bagaimana perasaan bapak?
Alhamdulillah… sejak dari semalam saya mendapatkan banyak SMS, termasuk telepon dari sahabat-sahabat saya, orang dekat saya bahkan ada sejumlah pejabat negara dari luar negeri yang turut mengucapkan selamat. Tentu saja, apa yang mereka sampaikan ini merupakan wujud atau rasa persaudaraan yang
sudah lama kita jalin. Karena itu saya merasa bersyukur sekali atas perhatian dari masyarakat Indonesia, teman-teman saya, sahabat saya, saudara saya dan semua bangsa Indonesia dimanapun berada.
Soal lain Pak. Sebentar lagi Bapak akan dilantik menjadi presiden setelah memenangkan Pemilu 2009. Siapa saja calon anggota kabinet yang sudah ada di kantong Bapak?
Kalau soal itu masih rahasia ya. Yang jelas, saya akan mencari anak-anak bangsa yang brilian dan terbaik buat negeri ini. Mereka sebenarnya sudah lama saya incar, karena kompetensi yang dimilikinya. Cuman, ya itu tadi masih ada kekuatan-kekuatan politik yang kini tengah melobi saya, mengajukan beberapa nama agar masuk ke dalam kabinet saya mendatang.
Apakah bapak akan kompromi atau mengakomodir usulan mereka (parpol-parpol)?
Tentu saja dalam menyusun kabinet, ada perimbangannya. Sebagian menteri mendatang berasal dari partai politik dan sebagian lagi berasal dari kalangan profesional. Perimbangan ini penting sekali, supaya tidak terjadi gejolak politik ketika saya dalam lima tahun kedepan memimpin negeri ini. Kalau suhu politik memanas, maka yang terjadi adalah kontraproduktif. Masyarakat merasa tidak nyaman dan dunia usaha juga merasa cemas. Untuk itu, saya usahakan sebisa-bisanya agar konstalasi politik nasional ini tetap terjaga stabilitasnya demi kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan nasional, kepentingan kita bersama.
Kalau diprosentasekan, berapa menteri yang dari parpol?
Ehmmm… kira-kira ya sekitar 64 persen dari parpol, lalu sisanya dari kalangan profesional.
Apakah ada anggota kabinet sekarang yang masih bbisa dipertahankan?
Insya Allah ada. Mereka sebenarnya match dengan pemikiran-pemikiran saya. Selama lima tahun memimpin, mereka ternyata mampu membawa angin perubahan di negeri ini. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Bahwa ada yang tidak suka dengan alasan ini itu saya kira itu adalah hal yang biasa. Wajar… inilah indahnya demokrasi, dimana ada perbedaan pendapat itu adalah rachmat. Asal, kita semua berkepala dingin, tidak arogan, tidak merasa menang sendiri dan mau memperhatikan kepentingan bangsa yang lebih luas dibandingkan kepentingan kelompok.
Kira-kira berapa orang yang akan dipertahankan?
Mungkin ada tiga atau empat orang yang masih akan bekerja sama dengan saya. Tapi, semuanya itu saya serahkan kepada mereka sendiri, apakah mereka masih mau bekerja sama demi membangun negeri ini atau tidak.
Kalau dari kalangan parpol, apakah Bapak akan mengambil juga kader-kader parpol dari kelompok oposisi?
Sebenarnya begini, di dalam negara yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat itu sangat diutamakan. Dalam konteks pertarungan demokrasi, kita semua memahami betapa membanggakan Indonesia. Coba lihat, Pemilu 2009 kemarin, ada perbedaan pendapat, ada yang protes, ada yang mengkritik. Tetapi semuanya disalurkan melalui saluran yang benar (hukum). Begitu, saya dinyatakan menang, mereka legowo dan alhamdulillah kita sendiri juga tahu diri, tidak berpesta pora atau mabuk kemenangan. Tentu saja, kedepan, kita akan mencoba menawarkan kepada partai-partai oposisi mana kader terbaik yang mereka miliki agar diperbantukan ke kabinet. Tentu saja ada quotanya.
Bagaimana dengan PDIP?
Kami tetap menghargai PDIP. Karena itu kami akan menawarkan diri, siapa kader unggulan mereka yang bisa diajak bekerja sama dalam membangun negeri ini. Bagaimana pun juga negeri ini tak akan bisa kita kelola dengan baik kalau konflik politik terus menerus terjadi, meski pun sudah ada saluran atau mekanismenya melalui lembaga legislatif.
Boleh dong Pak minta bocorannya siapa saja kalangan profesional yang akan direkrut?
Kalian tunggu saja. Pasti saya akan mengumumkan kepada rakyat, siapa saja kader-kader bangsa terbaik yang akan menemani saya.
Apakah bapak sudah menghubungi mereka?
Belum… belum…. belum saatnya. Nanti saya akan memanggil mereka ke Cikeas dan kami tetap akan meminta komitmen moral ketika nanti mereka terpilih menjadi anggota kabinet. Polanya saya kira sama dengan peristiwa yang terjadi lima tahun lalu. Dengan adanya kesungguhan dalam bekerja disertai komitmen moral yang cukup tinggi, maka diharapkan bangsa ini mampu mencetak kader-kader bangsa yang anti KKN. Bagaimanapun juga, KKN adalah sumber malapetaka buat bangsa ini. Untuk itu, saya perintahkan KPK agar terus bekerja secara profesional dan bertanggungjawab.
Terima kasih Pak SBY. Selamat malam…
Sama-sama… selamat malam….













