<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ACHMAD SUBECHI &#187; Myanmar</title>
	<atom:link href="http://bechiblog.com/category/myanmar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bechiblog.com</link>
	<description>the soul and spirit of mankind</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2009 17:19:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cahaya Hati</title>
		<link>http://bechiblog.com/2008/08/30/cahaya-hati/</link>
		<comments>http://bechiblog.com/2008/08/30/cahaya-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 05:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bechiblog.com/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[NAMANYA Prie GS. Dikenal sebagai seniman dan budayawan. Ia pandai memainkan alat musik piano dan gitar.. Kamis (29/8) kemarin, saya sengaja menjemput dia di Bandara Sepinggan, Balikpapan, bersama Priyo Suwarno (Redaktur Pelaksana Tribun Kaltim) dan Eddy (Pemimpin Redaksi Smart FM Balikpapan).
Begitu keluar dari pesawat, Prie GS, terlihat melontarkan senyum. Hatinya berbungga-bungga setelah melihat sejumlah penari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bechiblog.com/wp-content/uploads/2008/08/biblical-psychology-body-soul-heart-spirit-relation.jpg"><img class="size-medium wp-image-359 alignright" title="biblical-psychology-body-soul-heart-spirit-relation" src="http://bechiblog.com/wp-content/uploads/2008/08/biblical-psychology-body-soul-heart-spirit-relation-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>NAMANYA Prie GS. Dikenal sebagai seniman dan budayawan. Ia pandai memainkan alat musik piano dan gitar.. Kamis (29/8) kemarin, saya sengaja menjemput dia di Bandara Sepinggan, Balikpapan, bersama Priyo Suwarno (Redaktur Pelaksana Tribun Kaltim) dan Eddy (Pemimpin Redaksi Smart FM Balikpapan).</p>
<p>Begitu keluar dari pesawat, Prie GS, terlihat melontarkan senyum. Hatinya berbungga-bungga setelah melihat sejumlah penari Dayak berikut musik pengiringnya sudah berada di tepi bandara. Dalam hatinya, &#8220;Ini kejutan luar biasa. Datang ke Balikpapan disambut penari.&#8221; <span id="more-357"></span></p>
<p>Ternyata, ketika ia mendekat, tak ada satu pun penari pun yang menyambutnya. &#8220;Waduh&#8230; hati saya tadi sudah keburu senang. Ternyata, para penari itu menjemput Kapolda Kaltim yang baru. Ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230;&#8221; kelakar Prie, sambil cengegesan kepada saya.</p>
<p>Dalam perjalanan menuju Gedung Balikpapan Sport and Conventional Centre (DOM), perut saya benar-benar &#8216;dikocok&#8217; olehnya. &#8220;Kenapa pesawatnya terlambat cak?&#8221; tanya saya. Seakan tanpa berpikir, Prie spontan nyeletuk&#8230; &#8220;Pesawatnya tadi mogok di atas&#8230;&#8221;</p>
<p>Ketika sampai di gedung, lelaki asal Semarang itu segera mengecek sound sistem. &#8220;Wah gaung sekali ya&#8230; Okey&#8230; saya akan pelajari dulu situasinya,&#8221; tuturnya sambil wira-wiri menjajal mic. Setelah dirasakan stelannya pas, Prie GS meminta sang operator agar tetap bertahan pada stelan yang ia inginkan. &#8220;Saya kira ini yang terbaik. Jadi kita stay di sini ya,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Dari gedung DOM, saya lalu melanjutkan perjalanan menuju ke Hotel Sagita. Sebelum ke hotel, kami sengaja mengajak Prie GS mampir dulu ke Kepiting Kenari. Sambil menunggu makanan datang, saya sedikit berkelakar. &#8220;Mas&#8230; makan kepiting di sini, berbeda dengan makan kepiting di Jawa..&#8221; &#8220;Apa bedanya?&#8221; tanya dia. &#8220;Bedanya&#8230; di tempat ini disediakan catut atau tang untuk memecahkan cangkang kepiting.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ehmmm kamu sombong betul. Gitu aja dipamer-pamerkan ke saya. Tahu enggak, kalau di sini untuk memecahkan kepiting pakai tang, di Jawa itu ada perkembangan terbaru yang sampean tidak tahu,&#8221; ungkap Prie. &#8220;Apa Mas..?&#8221; &#8220;Di Jawa penjual kepiting yang di tepi jalan, malah menyediakan palu atau amer untuk memecah cangkang kepiting,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Mendengar jawaban itu, lagi-lagi perut saya menjadi tegang lantaran terkocok oleh jawaban-jawaban Prie GS. Dari Kepiting Kenari, mobil yang kami tumpangi meluncur ke Hotel Sagita, tempat Prie GS menginap. &#8220;Wah.. ini waktunya sudah mepet. Saya mandi sebentar ya,&#8221; pinta. Seperempat jam kemudian Prie sudah keluar dari hotel lalu meluncur ke tempat acara.</p>
<p>&#8220;Bener kan Pak Walikota itu datang lebih awal dibanding para tamu undangan lainnya. Beliau itu sangat disiplin, memberi contoh kepada masyarakatnya,&#8221; jelas Prie. Kami semua lalu bersalaman dengan Imdaad Hamid, Walikota Balikpapan yang dikenal santun, arif dan bijaksana.</p>
<p>Saat ngobrol dengan sang Walikota, Pria GS pamit ke belakang. Sementara saya dibiarkan mendampingi Pak Wali hingga acara selesai. Sesaat acara dimulai, air mata saya tiba-tiba menetes. Saya benar-benar terharu ketika semua hadirin, diminta berdiri dan menyanyikan lagu Tanah Air.</p>
<p>Sambil mengusap air mata, seorang pejabat lainnya di sebelah saya berbisik. &#8220;Hati saya benar-benar tersentuh ketika menyanyikan lagu Tanah Air. Jiwa saya terbangkitkan,&#8221; tuturnya. Saya lalu merenung sebentar.. Bukankah, lagu Tanah Air yang dinyanyikan sekutar 2500 pengunjung secara bersama-sama tadi adalah bagian dari skenario saya.</p>
<p>Sebelumnya, siang hari saya menemui Lukman,, pembawa acara. Saya tanya, random acaranya apa saja. Setelah saya pelajari, saya meminta pemain organ tunggal untuk memainkan lagu Tanah Air. &#8220;Coba, perasaan anda tersentuh enggak mendenggar lagu ini? Karena itu lagu ini hukumnya wajib dan harus dinyanyikan bersama-sama,&#8221; pinta saya.</p>
<p>Lukman, akhirnya setuju kalau lagu itu disellipkan di acara awal. Saat lagu mulai terhenti, wajah Pak Wali, Danlanud Balikapapan, tak bisa menahan keharuan. Ada spirit baru yang harus dibangun. Spirit bahwa negeri ini adalah milik kita bersama dan karena itu tak booleh dipermainkan oleh siapapun harus segera dibangun.</p>
<p>Indonesia memang tengah menangis, tapi para penghuni di bumi tercinta ini tak boleh menangis hanya karena kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan pejabat negara &#8211;KKN, lemahnya supremasi hukum dan carut marutnya sistem ketatanegaraan dan lain-lain.</p>
<p>Kita semua juga tak boleh mengecam bahkan mencaci maki para pelaku-pelaku KKN, karena sesungguhnya mereka sudah tersakiti oleh lubang galian yang telah mereka buat sendiri. Akankah kita terlena dengan situasi dan kondisi seperti ini? Teramat mahal rasanya kalau kita berkutat pada pembicaraan yang itu-itu saja. Hentikan mengunnjing mereka, biarkan mereka menikmati apa yang telah mereka tanam. Biarkan mereka merasakan betapa tersiksanya bathin mereka, manakala aib-aib itu terbongkar dan tidak hanya disaksikan satu, dua, tiga orang rakyat Indonesia, melainkan rratusan juta manusia menyaksikan ulah mereka&#8230;.</p>
<p>Bumi tercinta ini harus disinari oleh lilin-lilin yang mampu menerobos kegelapan hati para pemimpin bangsa di negeri ini. Lalu cahaya itu merasuk ke dalam jiwa dan pikirannya, sehinggga melahirkan darah yang benar-benar suci dan tidak kotor seperti sekarang ini. Darah yang kotor akan melahirkan penyakit terhadap bangsa ini. Mari kita tukar dari kotor itu menjadi darah yang bening, darah yang suci, darah yang di dalamnya ada spirit untuk kembali bangkit dan tak terlena dengan keadaan&#8230; Cukup lama kita berdamai dengan keadaan, karena itu mari&#8230; dan mari kita satukan langkah, pikiran, jiwa dan hati kita semua untuk menatap Indonesia yang lebih bersinar akibat cahaya hati yang lahir dari pikiran dan jiwa yang bersih&#8230;. (achmad subechi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bechiblog.com/2008/08/30/cahaya-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika hati sang gubernur bicara</title>
		<link>http://bechiblog.com/2008/08/28/ketika-hati-sang-gubernur-bicara/</link>
		<comments>http://bechiblog.com/2008/08/28/ketika-hati-sang-gubernur-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 05:39:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[KONTEMPLASI]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bechiblog.com/?p=332</guid>
		<description><![CDATA[
RABU (27/8) kemarin menjadi hari penuh makna bagi awak redaksi Tribun Kaltim. Tokoh yang belakangan menjadi bahan pembicaraan masyarakat Kalimantan Timur karena kearifannya dan keluhuran hatinya, tiba-tiba menginjakkan kaki di markas Tribun Kaltim, Jalan Indrakilla, Balikpapan. 
DIALAH Pj Gubernur Kaltim, Tarmizi Abdul Karim. Dalam kunjungan mendadak sekitar satu jam tersebut, Tarmizi hanya didampingi asistennya Ridwan,  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bechiblog.com/wp-content/uploads/2008/08/gubernur3.jpg"><img class="size-medium wp-image-354 alignright" title="gubernur3" src="http://bechiblog.com/wp-content/uploads/2008/08/gubernur3-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p><em>RABU (27/8) kemarin menjadi hari penuh makna bagi awak redaksi Tribun Kaltim. Tokoh yang belakangan menjadi bahan pembicaraan masyarakat Kalimantan Timur karena kearifannya dan keluhuran hatinya, tiba-tiba menginjakkan kaki di markas Tribun Kaltim, Jalan Indrakilla, Balikpapan. </em></p>
<p>DIALAH Pj Gubernur Kaltim, Tarmizi Abdul Karim. Dalam kunjungan mendadak sekitar satu jam tersebut, Tarmizi hanya didampingi asistennya Ridwan,  tanpa ada pengawalan khusus dari aparat. Awalnya, Tarmizi diagendakan mengunjungi maskas Tribun selepas shalat Isya, namun karena ia harus membuka pertemuan Bawasda se-Indonesia, maka acara dipercepat selepas shalat Ashar. Itu pun Tarmizi sendiri yang mendesainnya. <span id="more-332"></span></p>
<p>Sekitar pukul 16.20 Wita, sebuah mobil Land Cruiser hitam berplat merah, tiba di halaman Tribun. Kedatangan KT 1 itu disambut Pemimpin Perusahaan Tribun Kaltim Zaenal Abidin, Redaktur Pelaksana Priyo Suwarno dan Manager Produksi Arif R Rachman.</p>
<p>Sementara Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim, Achmad Subechi, saat itu tengah menerima rombongan tamu dari Telkomsel. Mereka adalah GM Marketing and Customer Service Telkomsel Kalimantan, Gilang Prasetya, dan Corporate Communication, Rina Dwi Noviani serta para pimpinan Telkomsel lainnya.</p>
<p>Mengawali sambutannya, Tarmizi menyatakan sangat bersyukur bisa mengunjungi Tribun. &#8220;Telah lama saya berencana mengunjungi Tribun. Bila rakyat mencintai Tribun, rasanya menjadi aneh kalau pimpinannya tak mencintai Tribun,&#8221; ujarnya yang disambut tepuk tangan.</p>
<p>Ia menyatakan, dalam dinamika pembangunan Kaltim, informasi ibarat suluh yang memberikan pencerahan. &#8220;Tanpa suluh, kita saling tuduh, saling tuding, saling bertanya, dan saling gelap. Kaltim butuh pencerahan itu dari media semacam Tribun,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bahkan, dalam kesempatan itu Tarmizi mengaku tersentuh hatinya karena pimpinan dan wartawan Tribun sejak awal bersikap terbuka kepada dirinya. &#8220;Tingkat kemajuan suatu media tergantung degree&#8217;s of openess atau derajat keterbukaannya. Dengan itu akan terbangun profesionlitas. Dan Tribun telah menunjukkannya. Bahkan, beberapa menit setelah saya menerima amanah dan baru keluar dari ruangan, tiba-tiba wartawan Tribun mewawancarai saya,&#8221; kenangnya.</p>
<p>Atas dasar itulah, Tarmizi mengaku akan sering datang ke Tribun untuk sekedar sharing atau berbagai pengetahuan. &#8220;Karena itu, seberapa menitpun saya berada di sini (Balikpapan), saya akan sempatkan diri untuk menjaga komunikasi dengan Tribun,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Seusai Tarmizi, giliran Pemred Tribun Achmad Subechi memberikan sambutan. &#8220;Dengan jujur saya katakan, Indonesia membutuhkan pemimpin seperti Bapak, pemimpin yang tulus dan ikhlas. Ketika menghadiri acara pelantikan Bupati Penajam Paser Utara, saya sempat mendengarkan pidato Bapak yang isinya benar-benar menggetarkan jiwa, hati dan pikiran manusia,&#8221; katanya.</p>
<p>Ke depan, Achmad Subechi berharap agar Tarmizi, rajin-rajin menuangkan semua pemikirannya melalui media Tribun Kaltim. Di tengah obrolan itu, Tarmizi sempat meledek Pemred Tribun Kaltim. &#8220;Beliau ini banyak pendapat (ide) yang keluar dari pikirannya, tapi kurang pendapatan. Ha.. ha.. ha&#8230;.&#8221; Sontak semuanya tertawa terbahak-bahak dan suasananya benar-benar cair.</p>
<p>GM Marketing and Customer Service Telkomsel Kalimantan, Gilang Prasetya, mengaku terharu bisa bertemu dengan Tarmizi. &#8220;Saya telah lama berencana ingin mencari orang seperti Bapak. Saya akan terus berusaha sampai bertemu. Ternyata tanpa disengaja, alhamdulillah saya bisa bertemu Bapak di kantor Tribun,&#8221; ujarnya dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p>Ia berharapTarmizi memberikan ceramah di acara Telkomsel Ramadhan mendatang, walau ia sendiri dalam waktu dekat harus pindah ke Surabaya menjadi Vice and President Area III Telkomsel Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.</p>
<p>Selepas itu, Gilang dan Tarmizi mendapatkan cinderamata dari Tribun berupa print out halaman satu yang di dalamnya berisi pemberitaan kedua tokoh tersebut. Selepas itu, Tribun kembali memberikan kado istimewa kepada Tarmizi, melihat hasil kerja wartawan www.tribunkaltim.co.id &#8211;realtime mega portal&#8211; melalui in focus. Seketika itu Tarmizi sontak tercengang begitu melihat foto dan beritanya muncul di home page online. Selanjutnya Tarmizi melakukan kunjungan ke dapur Tribun. Tak ada satu pun karyawan Tribun mulai dari resepsionis, wartawan, redaktur, petugas satpam yang tidak ia salami.</p>
<p>Bahkan saat berada di dalam mobil dan hendak meninggalkan markas Tribun, pria itu sempat berkata, &#8220;Dapat salam dari isteri saya&#8230;&#8221; Semuanya terdiam, kaget campur haru. &#8220;Itulah sosok pimpinan ideal yang kita damba-dambakan karena sikapnya dan ketulusannya dalam melakukan hubungan dengan manusia. Beliau sangat menghormati harkat dan martabat manusia lain,&#8221; kata Zaenal Abidin, Pemimpin Perusahaan Tribun Kaltim. (m22)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bechiblog.com/2008/08/28/ketika-hati-sang-gubernur-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>F-5 Tiger</title>
		<link>http://bechiblog.com/2008/07/24/f-5-tiger/</link>
		<comments>http://bechiblog.com/2008/07/24/f-5-tiger/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 12:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[KONTEMPLASI]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bechiblog.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp3.blogger.com/_6F05BcxMEas/SIiBHjQ7c8I/AAAAAAAAAWE/cDDk6CiPtY4/s1600-h/IMG_0718h.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226569334288774082" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_6F05BcxMEas/SIiBHjQ7c8I/AAAAAAAAAWE/cDDk6CiPtY4/s400/IMG_0718h.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
<a href="http://bp2.blogger.com/_6F05BcxMEas/SIiASPCUvkI/AAAAAAAAAV8/XQrit2UHZMQ/s1600-h/IMG_0718a.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226568418325741122" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_6F05BcxMEas/SIiASPCUvkI/AAAAAAAAAV8/XQrit2UHZMQ/s400/IMG_0718a.jpg" border="0" alt="" width="534" height="193" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bechiblog.com/2008/07/24/f-5-tiger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duta Indonesian Idol Kunjungi Persda</title>
		<link>http://bechiblog.com/2007/11/30/duta-indonesian-idol-kunjungi-persda/</link>
		<comments>http://bechiblog.com/2007/11/30/duta-indonesian-idol-kunjungi-persda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 03:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bechiblog.com/?p=118</guid>
		<description><![CDATA[ 
&#8220;DELONN&#8230;&#8230;, Mike&#8230;. Ihsan&#8230; dan Mbak Rini&#8230; Apa kabar.&#8221; Teriakan itu spontan terucap saat sebuah Toyota kijang berwarna silver berhenti di depan kantor Persda &#8211;Kelompok Koran Daerah Kompas-Gramedia&#8211; Jalan Palmerah Selatan 12, Jakarta. Beberapa karyawan, segera menyerbu mereka. Empat juara Indonesian Idol, Delon Thamrin, Michael Prabawa Mohede alias Mike, Ihsan Tarore dan Rini Wulan, juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bp3.blogger.com/_6F05BcxMEas/R0-sTJ0CUGI/AAAAAAAAAE0/hqdzK3qIAh8/s1600-R/rin.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5138515144904691810" class="alignright" style="border: 0pt none; margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_6F05BcxMEas/R0-sTJ0CUGI/AAAAAAAAAE0/RAatF8DgbXw/s400/rin.jpg" border="0" alt="" width="189" height="126" /></a><span style="font-size:100%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span style="font-style: italic;">&#8220;DELONN&#8230;&#8230;, Mike&#8230;. Ihsan&#8230; dan Mbak Rini&#8230; Apa kabar.&#8221; Teriakan itu spontan terucap saat sebuah Toyota kijang berwarna silver berhenti di depan kantor Persda &#8211;Kelompok Koran Daerah Kompas-Gramedia&#8211; Jalan Palmerah Selatan 12, Jakarta. Beberapa karyawan, segera menyerbu mereka. Empat juara Indonesian Idol, Delon Thamrin, Michael Prabawa Mohede alias Mike, Ihsan Tarore dan Rini Wulan, juga tampak senyam-senyum.</span><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">KEDATANGAN <span lang="SV">empat jawara Indonesian Idol yang kini bersaing menuju Asian Idol 2007,  sempat menyulap suasana di kantor Persda. Para karyawan bagian iklan berhamburan naik ke lantai dua &#8211;ruang redaksi&#8211; menguntit Delon Cs.</span><span id="more-118"></span><!--more--><!--more--></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sebelumnya, mereka lebih dulu membagi-bagikan poster di halaman kantror Persda.  &#8220;Jangan lupa&#8230; ketik Rini, kirim sms ke 9288,&#8221; kata Rini, jawara terakhir Indonesian Idol sambil membagikan poster bergambar dirinya.</span></p>
<p>&#8220;Rini.. kamu semakin cantik saja,&#8221; celetuk Kepala Biro Redaksi Persda Achmad Subechi, saat menyambut kedatangan mereka. Rini terlihat senyam-senyum. &#8220;Alhamdulillah&#8230;. Mas.&#8221; <span lang="SV"> Sementara</span><span lang="SV"> Delon usai membagi-bagikan poster langsung ngacir ke penjual siomay dan ketoprak yang mangkal di depan kantor Persda. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">&#8220;Bang, siomaynya empat dong.  Saya makan dulu ya&#8230; Laper Mas, dari tadi siang belum makan,&#8221; kata Delon. </span><span lang="SV">Dibanding rekan-rekannya, Delon kelihatan paling lapar. </span><span lang="SV">Buktinya, belum habis menyantap siomay, Delon terlihat membawa sepiring ketoprak. &#8220;Ntar yang ini ronde dua Mas,&#8221; kelakar Delon.<span> </span></span><span lang="SV">Sedangkan  Mike, Ihksan dan Rini cukup dengan sepiring siomay. So&#8230; sore itu suasana benar-benar tak terkesan formal. Apalagi, ketika </span><span lang="SV">mereka berjalan menuju ke  ruang redaksi di lantai dua, masing-masing membawa piring, sambil tertawa cekikikan.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">&#8220;Ihsan, kenapa dari tadi kamu nampak sedih,&#8221; tegur Ahmad Subechi. &#8220;Masak sih&#8230;. Mas,&#8221; jawab Ihsan. Selanjutnya, Ikhsan tertawa ngakak sambil mengacak-acak rambut dan jingkrak-jingkrak, menunjukkan ekpresinya. &#8220;Nah&#8230; masak begini dibilang sedih? Huaha&#8230; ha&#8230; ha&#8230;&#8221; kelakarnya diiringi tawa canda rekan-rekannya.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Di ruang rapat redaksi, Kepala Biro Persda Achmad Subechi menggoda mereka. &#8220;Kalau kalian ingin tampil prima dan tidak grogi ketika berada di atas panggung, coba pencet-pencet bagian tengah telapak tangan kalian. Ini untuk menghilang rasa ketakutan atau kecemasan. Kenapa? Dengan memencet-mencet tangan, maka detak jantung kalian yang tadinya terlalu kencang akibat cemas dan lain-lain, akan kembali normal.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Mendengar &#8216;resep&#8217; itu, semuanya memencet-mencet telapak tangannya. &#8220;Aduh&#8230; sakit banget nih,&#8221; teriak Rini. Kemudian, mereka tersenyum terbahak-bahak. &#8220;Ini unik. Kalian sekarang sedang &#8216;berantem&#8217; merebut posisi agar bisa mewakili Indonesia di Asian Idol. Sebagai calon duta Indonesia, saya hanya berpesan agar kalian yang kalah tetap legowo dan yang keluar sebagai pemenang harus rendah hati dan tidak sombong. Itulah esensi dari berdemokrasi,&#8221; pesan Achmad Subechi.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Usai memberikan spirit kepada para calon duta indonesia, Humas (PR) RCTI Yenny giliran angkat bicara. &#8220;Dulu Rini pernah datang ke kantor ini. Mas Bechi juga sudah berikan sinyal agar kalian menuangkan tulisan baik mengenai pengalaman pribadi maupun hal-hal lain ke koran-koran Persda. Kenapa tidak kalian lakukan? Ini sebuah kesempatan. Silakan bagi-bagi ilmu dengan para pembaca, agar melahirkan spirit baru buat anak-anak muda,&#8221; tutur Yanti.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Pembicaraan berlangsung gayeng itu pun berlanjut dengan cerita keempatnya tentang hari-hari menjelang pengumuman result show, Sabtu (1/12).  Setelah mengeluarkan segala kemampuan pada show Sabtu (24/11) lalu, Delon, Mike, Ihsan dna Rini kini memang tengah berharap-harap cemas menunggu siapa yang dipilih oleh rakyat Indonesia. Siapa yang mendapat dukungan terbanyak dari masyarakat, dialah yang mewakili Indonesia, bersaing dengan lima juara negara Asia, India, Singapura, Malaysia, Vietnam dan Filipina. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Sejak show Sabtu lalu, mereka pun sudah kampanye ke sana kemari untuk menggalang dukungan. Delon misalnya, dia mengaku sudah membagikan brosur di Bundaran HI Senin lalu. Tujuannya jelas, agar yang mendapat brosur memberikan dukungan untuk dirinya. Juga, menggalang dukungan dari para Deloners (sebutan untuk fans Delon) di seluruh Indonesia lewat situs pribadinya di internet.  &#8220;Yang terpenting tentu meminta doa dari Mama dan keluarga besar di Bangka,&#8221; tegas Delon yang mengaku mamanya sampai sakit karena mendoakan dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Begitu juga dengan Mike. Mike yang menyisihkan Judikan di final Indonesian Idol II menyebut sudah menghubungi orang-orang terdekatnya dari mulut ke mulut. Ia juga mengaku, dirinya sudah melakukan yang terbaik dan tinggal berdoa.</span></p>
<p class="MsoNormal">&#8220;Mungkin terdengar klise. Tapi, tidak ada yang mengalahkan kuasa doa. Bahkan, teknologi tercanggih pun,&#8221; ujarnya. Pembicaraan sempat terpotong saat kue-kue yang menggoda hadir di atas meja. Dan kali ini, giliran Mike yang menunjukkan nafsu besar makannya. &#8220;Mas, ono plastik ora,&#8221; kata Mike.</p>
<p class="MsoNormal">Mendengar celetukan itu, Achmad Subechi spontan mengajukan pertanyaan. &#8220;Lho.. Mike, kamu kok bisa bahasa Jawa? Belajar dimana?&#8221; &#8220;Iya Mas&#8230; embok saya itu dari Madiun, Jawa Timur,&#8221; kelakarnya. Spontan, mereka yang ada di ruangan ketawa ngakak. (Persda network/hadi santoso)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bechiblog.com/2007/11/30/duta-indonesian-idol-kunjungi-persda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Myanmar</title>
		<link>http://bechiblog.com/2007/09/28/myanmar/</link>
		<comments>http://bechiblog.com/2007/09/28/myanmar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 12:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burma]]></category>
		<category><![CDATA[Myanmar]]></category>
		<category><![CDATA[killing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bechiblog.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[WITH MY CONDOLENCE FOR MYANMAR PEOPLE
STOP KILLING AND BRUTALISM ON MYANMAR OR BURMAGO TO HELL&#8230;MILITARY REGIME&#8230;&#8230;&#8230;.
SPECIAL TO  MYANMAR (BURMA) PEOPLESI SAID: 
&#8220;DON&#8217;T WORRY, DON&#8217;T AFRAID&#8230;.GO A HEAD&#8230;GET A DEMOCRATIC COUNTRYBE THE WINNER&#8230;&#8230;&#8221;
FROMBECHI.BLOG (JOURNALIST PERSDA NETWORK)JAKARTA

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_6F05BcxMEas/Rvz6Cz45MBI/AAAAAAAAABc/L8oEAQp42Zs/s1600-h/MYNAMNAR.jpg"><img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_6F05BcxMEas/Rvz6Cz45MBI/AAAAAAAAABc/L8oEAQp42Zs/s200/MYNAMNAR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115238202981560338" border="0" /></a><br /><span style="font-size:100%;">WITH MY CONDOLENCE FOR MYANMAR PEOPLE</span></p>
<p><span style="font-size:180%;">STOP KILLING AND BRUTALISM ON MYANMAR OR BURMA<br />GO TO HELL&#8230;<br />MILITARY REGIME&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><span style="font-size:100%;">SPECIAL TO  MYANMAR (BURMA) PEOPLES<br />I SAID: </span></p>
<p>&#8220;DON&#8217;T WORRY, DON&#8217;T AFRAID&#8230;.<br />GO A HEAD&#8230;<br />GET A DEMOCRATIC COUNTRY<br />BE THE WINNER&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>FROM<br />BECHI.BLOG (JOURNALIST PERSDA NETWORK)<br />JAKARTA</p>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bechiblog.com/2007/09/28/myanmar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
