<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ACHMAD SUBECHI &#187; perubahan</title>
	<atom:link href="http://bechiblog.com/category/perubahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bechiblog.com</link>
	<description>the soul and spirit of mankind</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2009 17:19:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Wawancara Imajiner dengan SBY</title>
		<link>http://bechiblog.com/2009/09/09/wawancara-imajiner-dengan-sby/</link>
		<comments>http://bechiblog.com/2009/09/09/wawancara-imajiner-dengan-sby/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 17:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bechiblog.com/2009/09/09/wawancara-imajiner-dengan-sby/</guid>
		<description><![CDATA[PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (9/9) hari ini genap berusia 60 tahun. Tak ada pesta yang meriah, kecuali ucapan rasa syukur kepada Allah SWT. Sejak kemarin, SBY mendapat ucapan selamat dari kerabat dekatnya, koleganya, bahkan menerima telepon dari Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Isinya, selain mengucapkan selamat ulang tahun, Dmitry juga menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (9/9) hari ini genap berusia 60 tahun. Tak ada pesta yang meriah, kecuali ucapan rasa syukur kepada Allah SWT. Sejak kemarin, SBY mendapat ucapan selamat dari kerabat dekatnya, koleganya, bahkan menerima telepon dari Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Isinya, selain mengucapkan selamat ulang tahun, Dmitry juga menyampaikan selamat atas terpilihnya kembali SBY sebagai Presiden RI melalui  Pemilu 2009. Berikut wawancara imajiner dengan Presiden SBY.</p>
<p>Assalamu alaikum Pak SBY?<br />
Waalaikumsalam….</p>
<p>Selamat ulang tahun ke 60, semoga tetap panjang umur, diberi kesehatan dan bisa memimpin negeri ini dengan baik. Apa makna ulang tahun kali ini bagi Pak SBY?<br />
Amin… amin… amin…. Terima kasih…. Alhamdulillah, sampai hari ini saya merasa bersyukur karena telah diberi nikmat panjang umur dan nikmat kesehatan oleh Allah SWT. Makna ulang tahun saya kali ini tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Manusia itu harus selalu elling kepada Sang Maha Pencipta. Mengapa? Eling adalah bagian dari rasa syukur bahwa kita ini adalah makhluk yang selalu dirachmati, disayangi dan diharapkan bisa memberikan karya-karya yang terbaik melalui pemikiran atau gagasan-gagasan yang bermanfaat buat negeri ini.</p>
<p>Di hari yang bahagia seperti ini tentu saja banyak sahabat-sahabat bapak, bahkan rakyat Indonesia yang turut mengucapkan selamat ulang tahun. Bagaimana perasaan bapak?<br />
Alhamdulillah… sejak dari semalam saya mendapatkan banyak SMS, termasuk telepon dari sahabat-sahabat saya, orang dekat saya bahkan ada sejumlah pejabat negara dari luar negeri yang turut mengucapkan selamat. Tentu saja, apa yang mereka sampaikan ini merupakan wujud atau rasa persaudaraan yang<br />
sudah lama kita jalin. Karena itu saya merasa bersyukur sekali atas perhatian dari masyarakat Indonesia, teman-teman saya, sahabat saya, saudara saya dan semua bangsa Indonesia dimanapun berada.</p>
<p>Soal lain Pak. Sebentar lagi Bapak akan dilantik menjadi presiden setelah memenangkan Pemilu 2009. Siapa saja calon anggota kabinet yang sudah ada di kantong Bapak?<br />
Kalau soal itu masih rahasia ya. Yang jelas, saya akan mencari anak-anak bangsa yang brilian dan terbaik buat negeri ini. Mereka sebenarnya sudah lama saya incar, karena kompetensi yang dimilikinya. Cuman, ya itu tadi masih ada kekuatan-kekuatan politik yang kini tengah melobi saya, mengajukan beberapa nama agar masuk ke dalam kabinet saya mendatang.</p>
<p>Apakah bapak akan kompromi atau mengakomodir usulan mereka (parpol-parpol)?<br />
Tentu saja dalam menyusun kabinet, ada perimbangannya. Sebagian menteri mendatang berasal dari partai politik dan sebagian lagi berasal dari kalangan profesional. Perimbangan ini penting sekali, supaya tidak terjadi gejolak politik ketika saya dalam lima tahun kedepan memimpin negeri ini. Kalau suhu politik memanas, maka yang terjadi adalah kontraproduktif. Masyarakat merasa tidak nyaman dan dunia usaha juga merasa cemas. Untuk itu, saya usahakan sebisa-bisanya agar konstalasi politik nasional ini tetap terjaga stabilitasnya demi kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan nasional, kepentingan kita bersama.</p>
<p>Kalau diprosentasekan, berapa menteri yang dari parpol?<br />
Ehmmm… kira-kira ya sekitar 64 persen dari parpol, lalu sisanya dari kalangan profesional.</p>
<p>Apakah ada anggota kabinet sekarang yang masih bbisa dipertahankan?<br />
Insya Allah ada. Mereka sebenarnya match dengan pemikiran-pemikiran saya. Selama lima tahun memimpin, mereka ternyata mampu membawa angin perubahan di negeri ini. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Bahwa ada yang tidak suka dengan alasan ini itu saya kira itu adalah hal yang biasa. Wajar… inilah indahnya demokrasi, dimana ada perbedaan pendapat itu adalah rachmat. Asal, kita semua berkepala dingin, tidak arogan, tidak merasa menang sendiri dan mau memperhatikan kepentingan bangsa yang lebih luas dibandingkan kepentingan kelompok.</p>
<p>Kira-kira berapa orang yang akan dipertahankan?<br />
Mungkin ada tiga atau empat orang yang masih akan bekerja sama dengan saya. Tapi, semuanya itu saya serahkan kepada mereka sendiri, apakah mereka masih mau bekerja sama demi membangun negeri ini atau tidak.</p>
<p>Kalau dari kalangan parpol, apakah Bapak akan mengambil juga kader-kader parpol dari kelompok oposisi?<br />
Sebenarnya begini, di dalam negara yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat itu sangat diutamakan. Dalam konteks pertarungan demokrasi, kita semua memahami betapa membanggakan Indonesia. Coba lihat, Pemilu 2009 kemarin, ada perbedaan pendapat, ada yang protes, ada yang mengkritik. Tetapi semuanya disalurkan melalui saluran yang benar (hukum). Begitu, saya dinyatakan menang, mereka legowo dan alhamdulillah kita sendiri juga tahu diri, tidak berpesta pora atau mabuk kemenangan. Tentu saja, kedepan, kita akan mencoba menawarkan kepada partai-partai oposisi mana kader terbaik yang mereka miliki agar diperbantukan ke kabinet. Tentu saja ada quotanya.</p>
<p>Bagaimana dengan PDIP?<br />
Kami tetap menghargai PDIP. Karena itu kami akan menawarkan diri, siapa kader unggulan mereka yang bisa diajak bekerja sama dalam membangun negeri ini. Bagaimana pun juga negeri ini tak akan bisa kita kelola dengan baik kalau konflik politik terus menerus terjadi, meski pun sudah ada saluran atau mekanismenya melalui lembaga legislatif.</p>
<p>Boleh dong Pak minta bocorannya siapa saja kalangan profesional yang akan direkrut?<br />
Kalian tunggu saja. Pasti saya akan mengumumkan kepada rakyat, siapa saja kader-kader bangsa terbaik yang akan menemani saya.</p>
<p>Apakah bapak sudah menghubungi mereka?<br />
Belum… belum…. belum saatnya. Nanti saya akan memanggil mereka ke Cikeas dan kami tetap akan meminta komitmen moral ketika nanti mereka terpilih menjadi anggota kabinet. Polanya saya kira sama dengan peristiwa yang terjadi lima tahun lalu. Dengan adanya kesungguhan dalam bekerja disertai komitmen moral yang cukup tinggi, maka diharapkan bangsa ini mampu mencetak kader-kader bangsa yang anti KKN. Bagaimanapun juga, KKN adalah sumber malapetaka buat bangsa ini. Untuk itu, saya perintahkan KPK agar terus bekerja secara profesional dan bertanggungjawab.</p>
<p>Terima kasih Pak SBY. Selamat malam…<br />
Sama-sama… selamat malam….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bechiblog.com/2009/09/09/wawancara-imajiner-dengan-sby/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perubahan I</title>
		<link>http://bechiblog.com/2007/09/30/perubahan-i/</link>
		<comments>http://bechiblog.com/2007/09/30/perubahan-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 08:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bechi</dc:creator>
				<category><![CDATA[achmad subechi]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bechiblog.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[PERUBAHAN I
MESKI hanya satu kata&#8230; ’perubahan’, tapi maknanya amat dalam dan luas. Ketika sebuah perubahan datang, manusia tak lagi bisa melakukan perlawanan apalagi berkompromi dengan apa yang dinamakan waktu. Waktu atau masa memberikan jawaban akan kemanakah diri kita? 
                 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14;"><span style="font-size:180%;">PERUBAHAN I</span><o:p></o:p></span></p>
<p style="text-align: left;" class="MsoNormal"><span style="font-size:14;"><o:p></o:p></span><span style="font-size:100%;"><i style=""><span lang="SV">MESKI hanya satu kata&#8230; ’perubahan’, tapi maknanya amat dalam dan luas. Ketika sebuah perubahan datang, manusia tak lagi bisa melakukan perlawanan apalagi berkompromi dengan apa yang dinamakan waktu. Waktu atau masa memberikan jawaban akan kemanakah diri kita? <o:p></o:p></span></i></span></p>
<div style="text-align: left;">                    </div>
<p style="text-align: left;" class="MsoNormal"><span lang="SV"  style="font-size:100%;"><o:p></o:p>MUNGKINKAH kita masih ada di sini? Atau jangan-jangan sebaliknya sudah memiliki dunia atau mainan baru? Lalu kemana roda nasib ini akan terus bergerak? Benarkah posisi kita masih di angka 10.00 atau 11.00 (jarum jam)? Atau jangan-jangan kita sudah berada di angka 12.00, lalu meluncur ke bawah menuju ke wilayah non-produktif <span style=""> </span>(13.00)? Dari 13.00 kita diseret menuju ke angka 03.00 &#8211;lorong teramat menyedihkan yaitu kematian (06.00)?<br />Suatu hari sekitar tahun 1998, saya membicarakan makna atau hakekat perubahan dengan seorang rekan. Ketika itu saya sempat bertanya, ”Akankah Anda tetap bekerja di Jakarta? Sampai kapan?” Ia menjawab tidak tahu. Semua tergantung bos. Kalau bos menyuruh dipindah, maka saya akan pindah. Kalau bos tidak memberikan perintah untuk pergi dari Jakarta, ya&#8230;. saya akan diam. Itu artinya saya tetap ada di sini.&#8221;<br />”Lalu sampai kapan Anda bersikap seperti itu?” ”Saya benar-benar tidak tahu dan saya harus bagaimana lagi&#8230; Padahal anak istri saya tinggal di Surabaya.” Dari diskusi itu saya sedikit memberikan gambaran apa yang dinamakan perubahan. Dengan mengetahui arti dari perubahan, paling tidak kawan saya yang satu ini sudah mulai menyiapkan diri dan mengatur strategi bagaimana ia harus bersikap ketika perubahan tiba. ”Perubahan itu datang tidak diduga. Bisa jadi, besok, setahun dua tahun lagi Anda akan dipindah. Lalu apa yang harus Anda perbuat?” kata saya.<br />Tapi kawan itu rupanya tidak mudeng (tak paham) atas penjelasan saya. Ia belum memahami apa yang dinamakan perubahan. Perubahan tidak hanya menyangkut soal pindah tempat atau tidak. Justru yang harus dipikirkan apakah kita siap menerima perubahan itu?<br />Misalnya kalau dulu bekerjanya nyantai, sekarang harus lebih keras lagi. Kalau dulu tidak disiplin, maka ke depan dia harus lebih disiplin. Kalau dulu tidak jujur, maka ke depan keujuran akan menjadi taruhan utama. Itu masih berbicara perubahan dalam tataran sikap. Belum lagi menyangkut soal sistem dan lain-lain.<br />Tiga hari setelah ngobrol dengan saya, tiba-tiba datang kabar bahwa ia ditarik ke Surabaya. Ketika saya temui, kawan baik ini tertawa ngakak dan baru percaya kalau perubahan datang tanpa bisa diduga dan datangnya begitu cepat.<br />Ternyata setelah tiba di Surabaya, ia hanya mampu bertahan satu tahun. Setelah itu ia pindah kerja ke sebuah perusahaan lain setelah dibajak dengan iming-iming gaji besar, plus fasilitas mobil. Kini ia menjadi seorang manajer di perusahaan itu.<br />”Seandainya dulu saya tidak dipindah ke Surabaya, mungkin saya sampai saat ini tidak bisa menjadi manajer. Jadi karyawan melulu&#8230; Huaha.. ha.. ha&#8230;Mengapa? Dulu intelektual, loyalitas, integritas dan kerja keras saya seakan-akan tak ada nilainya.<br />Sekarang&#8230; orang lain terkaget-kaget menghargai saya,” kelakarnya.</span><span style="font-size:100%;">  </span><span lang="SV"  style="font-size:100%;">Itulah perubahan. Perubahan selalu membawa makna. Makna akan ditemukan setelah melalui sebuah proses yang cukup panjang. Apakah kita pernah menemukan makna itu selama ini? Anda sendiri yang paling tahu.<br />Sebaliknya ada juga karyawan yang karena tamak (serakah) ingin cepat kaya, ikut-ikutan latah pindah ke perusahaan lain. Celakanya lagi, mereka tidak menyadari seberapa hebat kompetensi yang mereka miliki. Modalnya hanya percaya diri dan hanya besar di mulut. Apa yang terjadi? Ketika perusahaan yang baru memberikan posisi strategis, ia tidak mampu menjawab tantangan itu. Maka lahirlah kekecewaan dari manajemen dan akhirnya ia kabur karena memang tak mampu mempertanggung jawabkan kepemimpinannya selama ini.<br /></span></p>
<div style="text-align: center;"><span lang="SV"  style="font-size:100%;">*** <o:p></o:p></span></div>
<div style="text-align: left;">                      </div>
<p style="text-align: left;" class="MsoNormal"><span lang="SV"  style="font-size:100%;">SUDAH siapkah kita menyambut datangnya perubahan? Fenomena saling bajak-membajak SDM yang memiliki kompetensi bukan barang lagi dan ada kecenderungan trendnya semakin meningkat.<br />Hanya mereka yang memiliki kekayaan intelektual, kompetensi, spririt, kecerdasan, dan inovatif (melahirkan ide-ide brilian) yang bakal laku. Sedangkan mereka yang pas-pasan atau setengah-setengah (mati tidak, hidup tidak) akan digilas oleh sang waktu yang congkak.<br />Pendek kata tenaga profesional amat dibutuhkan di era kekinian. Mereka yang merasa dirinya profesional, namun tak mendapatkan penghargaan dan secara kebetulan berada di lingkungan yang salah (penuh konflik dan intrik) lambat-laun akan meninggalkan arena yang dianggapnya tak menguntungkan buat masa depannya.<br />Bagi kalangan profesional, mengundurkan diri dirasa lebih baik daripada harus berlama-lama berada di perusahaan yang diangapnya bisa merubah atau mempengaruhi ethos kerjanya yang selama ini sudah baik. Karyawan yang baik dipastikan akan ketularan atau terjangkiti virus dari karyawan yang berwatak dan berethos kerja tidak baik.<br />Situasi seperti itu diperparah lagi dengan kepentingan pragmatis karena tuntutan ekonomi yang belum bisa mereka atasi. Fenomena side job (pekerjaan sampingan) bukan barang yang baru lagi bagi mereka-mereka yang merasa memiliki kekayaan intelektual, jaringan dan kompetensi.<br />Diprediksikan, tingkat pembajakan terhadap karyawan di level menengah bahkan atas<i style=""> </i>dengan berbagai macam iming-iming, bakal meningkat di tengah tuntutan yang serba instan &#8211;cepat dan langsung jadi.<br />Para pengusaha juga tidak mau repot-repot mencari SDM yang masih mentah apalagi belum memiliki kompetensi, sementara mereka ingin roda perusahaan segera bergerak cepat lalu menghasilkan keuntungan berlipat-lipat.<br />Tidak hanya di level karyawan saja yang harus pandai-pandai membaca akan datangnya sebuah perubahan. Perusahaan-perusahaan besar juga was-was dalam menghadapi persaingan yang kian tajam dan sempit. Keterkejutan, kegalauan, kebimbangan, ketakutan, ketidakpastian serta melemahnya rasa percaya diri akibat kegagalan dalam mengantisipasi datangnya sebuah perubahan, semakin membawa mereka (peruasahaan) terjebak dalam wilayah <i style="">situation panic. </i><span style=""> </span>Pada ahirnya mengiring mereka ke wilayah kontra produktif.<br />Persaingan global di dunia usaha yang semakin transparan dan tak lagi mengenal batasan-batasan &#8212;etika bisnis&#8212; akan menjadi tantangan terbaru bagi para CEO. Pemilik modal besar, tanpa sungkan-sungkan mengajukan penawaran pembelian terhadap sebuah perusahaan yang diangapnya stagnan atau salah urus. Saling caplok antar perusahaan tak lagi bisa dibendung. Bahkan, untuk mengalahkan kompetitor, mereka berani mengambilalih perusahaan yang selama ini menjadi lawannya.<br />Itulah gambaran dari perubahan yang sudah pasti bakal terjadi di banyak perusahaan. Perubahan yang mungkin akan terjadi pada diri kita, bukan karena semata terkait dengan trend kekinian, akan tetapi perubahan itu lahir akibat adanya daya yaitu kekuatan besar yang tidak terikat oleh apapun –pasar,<span style="">  </span>pesaing baru, penyebaran tekhnologi informasi, pertumbuhan jaringan komputer, perubahan hierarki di perusahaan, perampingan dan lain-lain.<br />Kenapa produk aqua, teh botol, jamu tradisional, mobil, sepeda motor, televisi dan alat-alat elektronik lainnya saja bentuknya berubah-rubah? Perubahan memang dibutuhkan, biar tidak monoton&#8230; Kita tidak bisa hanya berdiri dan berharap di satu titik, lalu titik itu tidak bergerak menuju ke titik terindah (kesuksesan) karena memang kita sendiri dari awal tidak ada niat untuk berani berubah. Selamat datang perubahan&#8230;.. </span><span style="font-size:14;"><span style="font-weight: bold;font-size:100%;" >(achmad subechi)</span><o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14;"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14;"><o:p> </o:p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bechiblog.com/2007/09/30/perubahan-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
